Kobong Santri Ponpes As Syifa Terbakar

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 09 Mei 2019 - 14:14:15 WIB   |  dibaca: 437 kali
Kobong Santri Ponpes As Syifa Terbakar

HANGUS : Kobong Ponpes As Syifa, Kampung Saruni, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, terbakar pada Rabu (8/5) sekitar pukul 10.30 WIB.

PANDEGLANG – Sebanyak empat kamar tempat mengiap santri atau bisa disebut kobong Ponpes As Syifa, Kampung Saruni, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, terbakar pada Rabu (8/5) sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena saat kebakaran, kobong sepi ditinggal mengaji para santri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, api untuk kali pertama diketahui muncul dari dalam salah satu kobong dan diduga akibat korsleting listrik. Api dengan cepat menjalar membakar ruangan yang terbuat dari bilik bambu dan berlantai papan. Hembusan angin yang cukup kencang ditambah cuaca terik, membuat kobaran api makin membesar dan membakar kobong yang lainnya.

Dengan peralatan seadanya, warga dan santri bahu membahu memadamkan api. Kobaran api akhirnya bisa dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang datang memadamkan api.

Salah seorang santri Agus Sunandar menyatakan, ada empat ruangan yang terbuat dari kayu dan berdinding bilik bambu hangus. Katanya, saat kebakaran terjadi para santri sedang mengikuti pengajian rutin. “Api pertama kali berasal dari asrama tempat santri beristirahat dan menjalar ke kobong lainnya. Alhamdulillah semuanya selamat karena saat itu kami memang sedang mengaji namun barang-barang santri seperti kitab dan pakaian hangus,” kata Agus.

Ketua RT 01 RW 01 Keurahan Saruni, Udi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran di wilayahnya. Udi menyatakan masih mendata jumlah kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut. “Kami merasa kehilangan dengan terbakarnya pesantren ini. Untungnya saat kejadian tidak ada penghuni dan semuanya selamat. Namun kerugian materil pasti besar dan sedang didata,” katanya.

Di tempat berbeda, kebakaran  juga melalap toko bangunan milik Hasan Basri (53) di Kampung Kahuripan, RT 02 RW 01, Desa Parigi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00. Api pertama kali diketahui pemilik toko ketika api sudah membakar sejumlah bahan bangunan berupa kayu.

Sontak melihat peristiwa itu, Hasan Basri berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya. Tak lama dua mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk membantu memadamkan api.

Beberapa jam kemudian api baru bisa dipadamkan. "Awalnya api pertama kali muncul dari material kayu kering yang berada di samping toko. Saya kan kaget, minta tolong warga untuk membantu memadamkan, tapi api sudah terlalu besar hingga merambat ke bangunan," kata Hasan ditemui di rumahnya, kemarin.

Akibat kejadian itu, kata Hasan, toko bangunan miliknya mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp200 juta, lantaran barang-barang material hangus terbakar. "Barang-barang yang ada di dalam toko masih full penuh, jadi ya ludes semuanya, dan membakar sebagian bahan bagunan," terangnya.

Tagana Kecamatan Saketi Ridwan Efendi mengatakan, setelah mendapat laporan adanya toko bangunan yang terbakar, pihaknya  langsung datang ke lokasi untuk membantu melakukan evakuasi. "Pas ada laporan kebakaran kita langsung kesana. Sekarang data kebakaran ini sudah kita laporan ke kecamatan dan Tagana kabupaten," paparnya. (muhaemin/yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook