Siang Razia Warteg, Malam Tempat Hiburan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 13 Mei 2019 - 13:32:36 WIB   |  dibaca: 532 kali
Siang Razia Warteg, Malam Tempat Hiburan

CIPTAKAN SITUASI TRANTIBUM: Petugas Satpol PP Kabupaten Serang mengamankan pasangan bukan mahram di Losmen Rose, Minggu (12/5) dini hari.

SERANG – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang gencar melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah makan yang buka pada siang hari seperti yang dilakukan di wilayah Serang timur dan Serang barat beberapa hari yang lalu. Pada malam harinya, petugas Satpol PP melakukan pengawasan ke tempat-tempat hiburan malam yang ada di wilayah Kabupaten Serang.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa imbauan Bupati Serang terkait larangan rumah makan agar tidak buka pada siang hari sebelum pukul 16.00 WIB dan tempat hiburan tidak beroperasi selama bulan Ramadan dijalankan dengan baik oleh para pelaku usaha. Seperti pada Sabtu (11/5) malam hingga Minggu (12/5) dini hari, petugas Satpol PP melakukan razia ke tempat hiburan malam yang ada di Serang barat.

Dalam razia yang dilakukan pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB itu, petugas Satpol PP Kabupaten Serang menemukan pasangan bukan suami istri yang diduga akan melakukan tindakan asusila. “Petugas menemukan pasangan bukan suami istri akan check in di Losmen Rose,” kata Hanafi, Kabid Ketertiban dan Ketentraman Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Minggu (12/5).

Ia menjelaskan, pihaknya akan memanggil pemilik Losmen Rose paling lambat Selasa (14/5) untuk dimintai keterangan terkait dengan pelanggaran yang telah dilakukannya. “Untuk pasangan yang akan check in kita bawa untuk diserahkan ke dinas sosial untuk diberi pembinaan. Ada dua perempuan yang kita amankan. Pada umumnya tempat hiburan malam di JLS (jalan lingkar selatan) termasuk Danau Mas juga tutup,” ujarnya.

Hanafi mengimbau para pemilik usaha baik itu rumah makan, pemilik restoran, dan tempat hiburan malam agar mentaati imbauan bupati yang sudah disampaikan kepada mereka. “Untuk rumah makan kami minta jangan dulu buka sebelum pukul 16.00 WIB. Kemudian untuk tempat hiburan malam kami minta untuk tidak buka selama bulan Ramadan ini. Kegiatan yang kami lakukan sifatnya pembinaan saja,” tuturnya.

Hanafi meminta pemilik hotel lebih selektif dalam menerima tamu dengan memperhatikan dokumen yang tamu hotel miliki. “Jadi pemilik hotel pastikan dulu kalau yang datang laki-laki dan perempuan apakah pasangan suami istri atau bukan, jangan sampai pasangan yang bukan suami istri tetap diterima saja. Mari kesucian bulan Ramadan ini kita jaga bersama-sama,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook