Berkendara Sambil Merokok Tidak Ditilang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Mei 2019 - 11:50:31 WIB   |  dibaca: 350 kali
Berkendara Sambil Merokok Tidak Ditilang

SOSIALISASI: Satlantas Polres Serang Kota melakukan sosialisasi keselamatan sembari membagi-bagikan takjil kepada pengguna jalan di sekitar Ramayana Serang, Senin (13/5).

SERANG- Meski peraturan larangan merokok bagi para pengemudi kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua sudah diberlakukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun di Kota Serang, aturan tersebut belum diberlakukan, berkendara sambil merokok tidak akan dikenakan sanksi tilang dan hanya bersifat teguran.

Kasatlantas Polres Serang Kota AKP Ali Rahman Cipta Prawira mengatakan, belum diterapkannya penindakan terhadap pengendara yang merokok lantaran Polres Serang belum menemukan kasus kecelakaan akibat rokok."Cuma nanti kami lihat, sementara hasil evaluasi kecelakaan belum ada yang menunjukkan atau data yang bisa menimbulkan kecelakaan akibat merokok. Jadi, belum kami terapkan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Namun Ali mengungkapkan, satlantas bisa saja memberlakukan penilangan bagi pengendara yang merokok apabila kasus tersebut diprediksi bisa terjadi di Kota Serang. Meski saat ini belum ditemukan kasus seperti itu."Tapi kalau misalkan ke depan kemungkinan data itu muncul (kecelakaan akibat rokok) akan ditegakkan," ungkapnya.

Meski belum diterapkan, Ali menjelaskan Polres Serang tetap melakukan sosialisasi peraturan menteri perhubungan nomor 12 tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat."Saya liat, lalu lintas di Kota Serang tidak terlalu padat, tidak seperti di Jakarta. Untuk saat ini sifatnya hanya imbauan bukan penindakan," jelasnya.

Ali menambahkan, sosialisasi akan dilakukan oleh pihaknya baik di jalan maupun sosialisasi kepada masyarakat tertentu misalnya melalui komunitas sepeda motor, sekolah dan organisasi masyarakat lainnya."Kita sosialisasi sampai benar-benar sosialisasi ini menyeluruh," tambahnya.

Ali menambahkan, saat berkendara ada tiga hal yang harus dipatuhi khususnya pengendara motor yaitu menggunakan helm, mengatur kecepatan berkendara, serta tidak menggunakan gadget saat berkendara."Jika itu dilanggar, polisi akan melakukan tilang sesuai dengan peraturan yang berlaku," ungkapnya.

Seperti diketahui, kementerian perhubungan telah merilis peraturan menteri perhubungan nomor 12 tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.Salah satu pasal menjelaskan bahwa pesepeda motor dilarang merokok sambil berkendara, sebab hal itu dianggap akan mengganggu keselamatan pengguna jalan di jalan raya. Sedangkan bagi yang melanggar akan dijerat lewat pasal 283 pelanggaran undang-undang nomor 22 tahun 2009 berupa denda senilai Rp 750 ribu. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook