Pembuatan KTP-E Terlalu Lama

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 12:02:14 WIB   |  dibaca: 182 kali
Pembuatan KTP-E Terlalu Lama

NUNGGU ANTREAN : Seorang warga memperlihatkan beberapa KTP elektronik yang sudah jadi.

PANDEGLANG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pandeglang hingga saat ini belum memberlakukan pelayanan administrasi kependudukan khususnya KTP elektronik dengan konsep satu hari pelayanan (one day service) sesuai Permendagri Nomor 19/2018.Akibatnya pemohon administrasi kependudukan banyak yang menunggu hingga berhari-hari untuk mendapatkan KTP elektronik.

Seperti dikatakan seorang warga Kecamatan Cigeulis, Rizki Hardian, pelayanan pembuatan KTP el di Pandeglang belum sesuai harapan. Pasalnya, ia harus menunggu seminggu untuk mendapatkan KTP el pasca persyaratan dinyatakan lengkap oleh petugas disdukcapil."Pelayanan pembuatan KTP-E saya kira masih buruk dan memakan waktu lama. Saya harus nunggu seminggu (baru dapat KTP-E) setelah berkas diserahkan ke petugas disdukcapil," ujarnya, Selasa (14/5).

Menurut Rizki, proses pembuatan KTP-E sampai berhari-hari berdampak buruk bagi masyarakat khususnya dari wilayah selatan Pandeglang. Karena masyarakat harus pulang pergi ke disdukcapil dengan ongkos yang tidak sedikit."Kalau sampai seminggu gini, dampaknya buruk bagi kami, soalnya perjalanan dari daerah saya sampai disdukcapil memakan waktu dua jam dengan ongkos yang tidak sedikit, ini juga maksain buat urus KTP tapi pas datang  malah harus nunggu lagi seminggu ke depan," keluhnya.

Warga lainnya Markum membenarkan jika pembuatan KTP-E tidak cukup sehari. Kata pria warga Kecamatan Bojong ini, butuh waktu 4-5 hari untuk dapat KTP semenjak persyaratan dinyatakan lengkap. "Memang tidak bisa sehari. Kalau saya sih nganggapnya wajar karena yang membuat KTP-E juga selalu antre," katanya.

Sekretaris Disdukcapil Pandeglang R Saeful Arif tidak membantah jika mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2018, menyebutkan penerbitan dokumen kependudukan sebagaimana  dimaksud pada ayat (1) diselesaikan dalam waktu 1 jam dan paling lama 24 jam sejak persyaratan dinyatakan lengkap oleh petugas pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

"Kami belum bisa secara penuh memberlakukan aturan ini karena memang infrastuktur dan SDM terbatas. Namun sudah banyak perubahan dan percepatan pelayanan di Disdukcapil misalnya program jemput bola ke desa-desa," katanya. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook