Suami Ditahan, Istri Pingsan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 12:23:28 WIB   |  dibaca: 203 kali
Suami Ditahan, Istri Pingsan

ROMPI TAHANAN - Dua tersangka kasu pungli di UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan di tahan ke Jaksaan Negeri Serang.

SERANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) di UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Taktakan, Kota Serang pada Oktober 2017, dari penyidik Polres Serang Kota, Selasa (14/5).

Kedua tersangka yaitu Adang Suganda (58), guru SD di Kecamatan Taktakan, dan Bendahara UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan Edy Purwanto, langsung ditahan di Rutan Kelas IIB Serang.Pantauan Banten Raya sekitar pukul 14.24, usai melakukan pemeriksaan berkas dan barang bukti, kedua tersangka dengan tangan terborgol langsung digiring menuju mobil tahanan yang ada di depan kantor Kejari Serang.
 
Dalam perjalanan ke mobil tahanan, istri dan anak tersangka Adang Suganda histeris dan beberapa kali terjatuh lalu pingsan. Keduanya meminta jaksa penuntut umum (JPU) agar tidak menahan dan melepaskan suaminya. Sementara kedua tersangka hanya tertunduk malu saat digiring ke mobil.Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Serang Sulta Donna Sitohang mengatakan, keduanya merupakan tersangka kasus pungli terhadap 56 guru di Kecamatan Taktakan yang mengajukan pinjaman dana ke bank.
 
"Setelah menerima pelimpahan berkas dan tersangka bersama barang bukti dari penyidik Polres, serta atas pertimbangan penuntut umum, kedua tersangka langsung kami tahan," katanya kepada Banten Raya.

Sulta menjelaskan, dalam OTT tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti Rp 1,5 juta. Namun setelah dikembangkan oleh penyidik aktivitas pungli terhadap guru itu sudah berjalan cukup lama. Setiap guru yang mengajukan pinjaman dimintai uang Rp 800 ribu hingga Rp 1,7 juta."Total dari 56 orang yang menjadi korban, dengan total pungutan mencapai Rp 53 juta. Untuk barang bukti yang diserahkan hanya Rp 1,5 hasil OTT itu," jelasnya.

Kejari Serang Azhari mengatakan, penahanan keduanya sudah berdasarkan pertimbangan penuntut umum. Selain itu, tersangka juga dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana."Alasannya cukup (penahanan). Keduanya ditahan di Rutan Serang," katanya.

Terpisah, kuasa hukum kedua tersangka MTH Hutasoit mengatakan, dalam kasus ini keduanya tidak membantah dan mengakui perbuatannya. Dalam persidangan nanti, keduanya juga akan membongkar oknum ASN lain yang terlibat dalam kasus ini."Ada dia menyetor ke SF (ASN di UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan). Sebenarnya hari ini (kemarin) kita mengajukan penangguhan penahanan, karena keduanya sedang sakit," katanya.

Terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh petugas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan di lapangan. Keduanya pun diamankan petugas sekitar pukul 15.00-16.00, di Kantor UPT Dindikbud Taktakan.

Dalam kasus ini, Adang berperan mengumpulkan uang dari hasil pungli dari ASN yang mengajukan pinjaman. Uang hasil pungli tersebut kemudian diserahkan kepada Edy. Dari OTT tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa uang Rp 1,5 juta, dari total uang sebesar Rp 1,9 juta dari tangan kedua ASN tersebut.
 
Saat menjalankan aksinya, mereka melakukan modus pengajuan peminjaman bank yang dilakukan ASN harus melalui tanda tangan dari Edy. Melalui kuasanya itu, Edy lantas memanfaatkannya dengan meminta uang sebesar Rp 1,5 juta. Jika uang tersebut tidak diberikan, maka Edy enggan menandatangani rekomendasi peminjaman.

Dalam kasus ini, keduanya dijerat dengan pasal 12 huruf e atau pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook