Wartawan dan Polisi Gadungan Ditangkap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 12:37:06 WIB   |  dibaca: 212 kali
Wartawan dan Polisi Gadungan Ditangkap

DITANGKAP : Salah satu tersangka Ibnu Ferry (38) yang mengaku wartawan media online ditanya Kapolresta Tangerang, Kombes Sabilul Alif saat konfrensi pers di Makopolresta Tangerang, Selasa (14/5).

KAB. TANGERANG - Tiga orang pemeras Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Rapiudin sebesar Rp 700 Juta, ditangkap Polresta Tangerang. Ketiga orang yang mengaku sebagai wartawan media online dan polisi adalah Ibnu Ferry, Fadly Ibnu, dan Rully Handari. Mereka berasal dari Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Kapolresta Tangerang, Kombes Sabilul Alif menjelaskan, peristiwa pemerasan itu berawal pada Maret 2019 lalu. Korban didatangi dua pelaku yang mengaku akan melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD). Untuk meyakinkan korban, kedua pelaku menunjukkan surat panggilan dari Mabes Polri untuk korban.

“Setelah kedua tersangka pergi, salah satu tersangka menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp5 juta. Korban yang ketakutan langsung mentransfer uang,” jelas Sabilul kepada wartawan saat konfrensi pers di Makopolresta Tangerang, Selasa (14/5).

Setelah menerima uang, kata Sabilul, tersangka kembali menghubungi korban dan kembali meminta uang sebesar Rp 40 juta. Alasannya, agar proses penyidikan kasus korban tidak dilanjutkan oleh Mabes Polri. “Korban yang ketakutan, kembali  mentrasfer uang Rp 40 Juta kepada para tersangka,” ujaranya.

Menurut Sabilul, para tersangka ternyata belum puas memeras korban. Beberapa waktu kemudian, mereka kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta. Alasan kali ini untuk mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). “Alasan para tersangka meminta uang ke korban bermacam-macam. Mulai dari untuk membereskan surat panggilan kejaksaan, hingga agar kasus itu tidak dimuat di media massa,” tuturnya.

Sabilul menambahkan, alasan agar kasus tak diangkat ke media massa diperkuat dengan keterlibatan satu tersangka bernama Ibnu Ferry yang mendatangi korban dan mengaku sebagai wartawan media online. “Korban pun terus menuruti kemauan para tersangka mentransfer uang secara bertahap hingga jumlah totalnya mencapai Rp700 juta,” kata Sabilul.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tangerang, AKP Gogo Galesung mengatakan, korban akhirnya melapor ke polisi. Setelah mendapatkan laporan dari korban, pihaknya langsung bergerak dan berhasil meringkus ketiga tersangka di depan kantor Kecamatan Balaraja. “Dari tangan pelaku, kami mengamankan, kartu pers, kartu ATM, buku tabungan, dan uang tunai,” ungkapnya.

Gogo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku sebagai wartawan dan polisi. Bila ada, kata Gogo, minta kejelasan identitas atau surat perintah. “Bila ada yang mengaku anggota Polri atau wartawan tapi bertindak menyimpang, jangan ragu untuk melaporkan,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook