RSUD Banten Diduga Malpraktik

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 13:02:08 WIB   |  dibaca: 439 kali
RSUD Banten Diduga Malpraktik

SERANG – Arimah (45), warga Kampung Babakan RT 004/001, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Pamarayan diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan oleh salah satu dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Dugaan malpraktik itu disampaikan Ahmad Sukemi, kerabat korban setelah pihaknya menemukan sarung tangan karet dan kain kasa dalam tubuh Arimah setelah melakukan operasi.

Sukemi menceritakan, pihaknya membawa Arimah ke RSUD Banten pada Jumat (10/5) lalu. Pada keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB Arimah yang mengalami pembengkakan pada pinggang bagian kanan diambil tindakan operasi oleh dokter. Setelah operasi selesai pada pukul 09.00 WIB, Arimah dibawa ke ruang inap. Namun pada pukul 15.00 WIB, Arimah kesusahan bernapas dan pada pukul 18.00 WIB Arimah meninggal dunia di rumah sakit.

“Setelah meninggal, Ibu Arimah kita bawa pulang dan malam itu juga pukul 21.00 WIB Ibu Arimah dimandikan. Ketika dibersihkan sama yang memandikan, ada perban tapi enggak ada jahitan. Cuman bolong aja gede. Pas dibuka ternyata isinya kain kasa sama sarung tangan karet. Kita enggak tahu kenapa ada sarung tangan dan kain kasa karena waktu di ruang inap dokternya diam saja,” kata Sukemi, Selasa (14/5).

Atas kejadian itu, pihak keluarga belum melakukan tindakan apa-apa termasuk mengonfirmasi ke pihak RSUD Banten namun keluarga merasa heran ada sarung tangan dan kain kasa dalam tubuh korban. “Keluarga belum ngapa-ngapain, namanya juga orang enggak ada. Kita enggak tau apakah ini namanya malpraktik apa bukan. Ibu Arimah ini ada pembengkakan di bagian pinggang kanan dan mengeluarkan nanah,” ujarnya.

Ibu empat orang anak dan sudah tidak bersuami karena bercerai itu di bawah ke RSUD Banten dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Kalau sakitnya sudah satu bulan. Kain kasa sama sarung tangan karetnya dikubur juga tapi enggak dibarengin sama jenazahnya. Masyarakat dan keluarga aneh saja kok bisa ada sarung tangan dan kain kasa di dalam tubuh Bu Arimah,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Putra mengatakan, pihaknya belum bisa memberi keterangan terkait hal tersebut karena harus mengkonfirmasi kepada dokter yang menangani. “Mungkin itu drainase kali, nanti saya konfirmasi dulu ke dokternya. Saya harus lihat dulu rekam medisnya, jadi saya belum bisa jawab,” katanya.

Namun Drajat menduga, tindakan yang diambil dokter yang menangani Arimah tersebut merupakan penanganan drainase, dimana jika ada nanah dalam rongga perut atau di pinggang, nanahnya harus dikeluarkan dulu. “Lukanya itu memang biasanya tidak dijahit supaya bisa keluar nanahnya makanya dikasih saluran bisa menggunakan sarung tangan. Kalau kain kasa untuk menyerap,” ujarnya.

Kemudian setelah nanah sudah habis, lanjutnya, sarung tangan diambil kembali kemudian kalau luka bisa ditutup, maka ditutup. “Ini namanya drainase tapi saya harus konfirmasi dulu. Secara keilmuan setahu saya memang seperti itu, kalau ada nanah cukup banyak enggak boleh ditutup lukanya supaya nanahnya bisa keluar. Jadi sarung tangan bukan sengaja ditinggal tapi memang dipasang,” ungkapnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook