Sajadah Jadi Lap Kaki, Tempat Wanita Terlalu Terbuka

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 13:08:08 WIB   |  dibaca: 179 kali
Sajadah Jadi Lap Kaki, Tempat Wanita Terlalu Terbuka

BELUM REPRESENTATIF : Pengunjung Mall of Serang (MOS) salat berjamaah di musala MOS di Kota Serang, kemarin.

KOTA SERANG – Musala merupakan fasilitas penting di pusat perbelanjaan, terutama alasan bahwa mayoritas masyarakat Banten adalah muslim. Sayang, tidak semua pusat perbelanjaan menyediakan musala dengan selayaknya. Beberapa hari ke depan, Banten Raya akan mengulas bagaimana kondisi peribadatan yang ada di pusat-pusat perbelanjaan di Provinsi Banten.

Mall of Serang (MOS) merupakan salah satu mal terbesar di Kota Serang yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Gerbang Tol Serang Timur, tepatnya di Lingkungan Kemang, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Bagi kaum muslim yang akan menunaikan ibadah salat, tidak sulit menemukan musala di MOS. Terletak di lantai satu, tepatnya berdekatan dengan tempat jajanan kuliner, pengunjung yang beragama muslim tidak repot untuk menjangkau ke musala.

Aditya Apriandi, warga Cibaliung, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu pengunjung yang kerap menggunakan musala di MOS untuk menunaikan ibadah salat. “Sering salat di sini (musala MOS),” kata Adit usai salat zuhur di musala MOS, Selasa (14/5) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Hanya saja, lanjut dia, ukuran musalanya masih terlalu kecil. Menurutnya semestinya musala di sebuah mal sebesar MOS minimal dapat menampung jamaah dalam jumlah lebih besar. Sehingga ketika jamaah hendak melaksanakan salat, tidak perlu mengantri. “Kurang besar karena pas waktu salat tiba banyak jamaah yang ngantri,” ucap dia.

Selain soal ukuran, Adit juga menilai kebersihan di sarana ibadah di MOS masih kurang. Ketika jamaah telah mengambil air wudu, tidak tersedia lap kering sebelum masuk ke ruangan musala untuk mengelap kaki yang basah. “Akhirnya sajadah dijadikan lap kaki, sehingga membuat kotor dan bau,” ujar pria yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Pandeglang ini.

Ia juga menyarankan agar di ruangan musala disediakan perlengkapan salat mulai dari sarung, sajadah, dan kitab Al Quran. “Sebetulnya sarung ada tapi masih terbatas dan penataannya kurang rapi. Terus kalau bisa disediakan tempat Al Quran, supaya jamaah yang mau ngaji bisa ngaji,” katanya.

Hampir senada diungkapkan Carmela. Menurut pengunjung asal Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, ini fasilitas wudunya terlalu terbuka untuk kaum wanita, sehingga kelihatan dari luar. “Terus air dari tempat wudu itu kadang ada yang ngalir ke sajadah. Jadi rada kurang enak aja gitu. Kadang kurang sih karena mungkin jarang terpantau. Jadi kadang kotor gitu," katanya.

Oleh karenanya, sambung perempuan berkerudung ini, dirinya menyarankan ke depan ada petugas khusus yang mengurus di musala. “Khusus bulan Ramadan, dimohon dikondusifkan lagi tempatnya supaya nyaman ibadahnya. Soalnya kan tempat ibadah jadi harus bersih dan suci,” ungkap dia.

Menanggapi keluhan pengunjung, dua orang petugas cleaning servis Mall Of Serang Nabani dan Sarun mengaku tidak tahu menahu soal ketersedian lap kaki. “Kurang tahu kalau masalah kesitu mah. Kurang tahu ya kalau masalah itu mah karena bukan kewenangan kami. Iya kan disitu tempat wudunya kan dekat otomatis becek. Masalah bersih mah bersih. Cuman yang bikin bau itu airnya itu,” kata Sarun yang diamini rekannya Nabani.

 Nabani menjelaskan, musala di MOS terdapat dua bagian. Satu ruangan yang berukuran 40 meter persegi untuk kaum laki-laki, dan satu ruangan lagi untuk kaum perempuan yang berukuran 30 meter persegi. “Kapasitasnya sekitar 60 orang. Di dalamnya ada perlengkapan solat, dan Al Quran,” jelas Nabani.

Ia mengakui bahwa hampir tiap waktu salat terlebih di bulan Ramadan antusias jamaahnya selalu melonjak. “Apalagi kalau salat magrib. Kadang sampai macet,” katanya.Nabani menuturkan, meski tidak rutin, di musala MOS juga kerap ada jamaah yang melaksanakan salah tarawih.“Ada tapi tarawih masing-masing. Paling berjamaah juga paling ada orang enam,” tuturnya.

Ia mengaku rutin membersihkan area musala. Bahkan, ada sekitar enam petugas cleaning servis yang bergantian membersihkan musala. “Kalau musala dibersihkan pagi dari jam 07.00 pagi. Terus sering kita kontrol gantian untuk ngecek kondisi musalanya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa di area musala terdapat fasilitas toilet pria dan wanita. Untuk toilet pria terdiri ada empat westafel, empat toilet duduk, dan delapan toilet berdiri. Sementara di ruangan toilet perempuan terdapat 10 toilet duduk dan enam westafel. (HARIR BALDAN)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook