BPOM Telusuri Produsen Tahu Berformalin

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 13:09:59 WIB   |  dibaca: 162 kali
BPOM Telusuri Produsen Tahu Berformalin

SERANG - Balai Pemeriksa Obat dan Makanan di Serang kembali menemukan makanan olahan yang mengandung zat berbahaya. Dari pemeriksaan makanan yang dilakukan di Kota Serang dan Tangerang kemarin, di dua daerah itu ditemukan makanan positif bahan berbahaya.

Kepala BPOM di Serang Sukriadi Darma mengatakan bahwa kemarin petugas memeriksa jajanan yang ada di Pasar Lama bersama stakeholder lain seperti Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dinas Ketahanan Pangan Kota Serang, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang. Dari 25 sampel makanan yang diambil 23 sampel negatif.

Sementara dua lainnya positif. Keduanya adalah tahu putih kecil yang positif mengandung formalin dan sotong aneka rasa yang positif mengandung borak. Adapun 25 sampel makanan yang diambil yaitu usus ayam, tahu putih besar, bakso daging RD, bakso daging champion, pacar cina kering, pacar cina basah, tahu goreng, cumi asin, teri nasi, cincau, cireng krispi, bakso bangka, mi ayam, pempek, otak-otak berkah jaya, otak-otak tio jaya, terasi udang cap bango terbang, terasi jueng, kolang-kaling, agar-agar merah, mutiara, cendol, dan agar-agar kuning."Hasil tes cepat dua makanan itu mengandung zat berbahaya," kata Sukriadi, Selasa (14/5).

Sukriadi mengatakan bahwa petugas juga memeriksa jajanan yang ada di pasar Anyar Kota Tangerang bersama stakeholder terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan kota Tangerang, Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Dinas Pertanian provinsi Banten, Dinas Ketahanan Pangan Proinsi Banten, Kepolisian Resort Metro Tangerang, Satpol PP Kota Tangerang, dan PD. Pasar Anyar.

Ada 20 sampel yang diambil dan hasilnya ada lima makanan yang positif mengandung zat berbahaya. Kelima makanan itu adalah tahu putih kecil positif mengandung formalin, tahu putih besar juga berformalin, tahu kuning mengandung formalin, biji pacar cina mengandung rhodamin B, dan kerupuk gendar mengandung boraks.

Adapun makanan yang diambil sampelnya yaitu kerupuk kuning, kikil, ikan asap, tahu goreng, kolang kaling, otak-otak ikan, bakso daging, bakso ikan, terasi udang medan, cincau, mie basah US, mie basah cemerlang, mie basah 157, usus ayam, dan ceker ayam."Seharusnya zat-zat ini tidak lagi ditemukan tetapi masih sering kami temukan," katanya.

Sukriadi mengungkapkan bahwa tindak lanjut dari temuan ini ada dua, yaitu tindak lanjut pada produk dan penjual. Terhadap produk, petugas BPOM meminta agar semua makanan yang mengandung bahan berbahaya diturunkan dari display untuk dimusnahkan.

Sementara tindak lanjut terhadap pedagang petugas BPOM memberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan mereka tidak akan lagi menjual makanan dari tempat mereka membeli karena mengandung zat berbahaya."Tindak lanjut kepada PD. Pasar selaku pengelola pasar untuk ditindaklanjuti," katanya.

Selain membina pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya, kata Sukriadi, BPOM juga akan menindak produsen makanan yang sengaja mengandung bahan berbahaya di dalamnya. Mereka yang terbukti melanggar bisa disanksi kurungan maupun denda.

Fitri S, salah satu petugas BPOM yang memeriksa makanan di Pasar Lama Serang, mengatakan bahwa dari hasil uji cepat ini, tim akan kembali memeriksa sampel makanan di laboratorium yang lebih memadai dan lengkap. Sebab bisa jadi pemeriksaan yang awalnya positif dengan menggunakan tes cepat bisa negatif pada saat pemeriksaan di laboratorium. Untuk itu penelitian akan dilanjutkan lagi dan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook