Ombudsman Usut Dugaan Pungli di Lapas Serang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 15 Mei 2019 - 13:11:24 WIB   |  dibaca: 446 kali
Ombudsman Usut Dugaan Pungli di Lapas Serang

KAB TANGERANG - Dugaan pungutan liar (Pungli) di Lapas Klas II A Serang, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mendapat perhatian dari Ombudsman Republik Indonesia. Lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik tersebut mengaku akan mengecek temuan tersebut.

Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala mengaku sudah mendapat informasi terkait dugaan pungli di Lapas Klas II A Serang. Menurut Andrianus, kendati baru dugaan, Ombudsman akan melakukan pengecekan terhadapan dugaan pungli itu sesuai dengan tugas dan fungsi Ombudsman. “Biasanya sih hal itu (informasi dugaan pungli -red), ada kebenarannya dalam situasi lapas sekarang. Hal itu amat mungkin,” kata Andrianus kepada wartawan melalui telepon, Selasa (14/5).

Selain akan mengecek, kata Andrianus, Ombudsman akan segera melaporkan dugaan pungli di Lapas Klas II A Serang ini ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM RI) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS). “Kami akan informasikan ke Dirjen PAS agar dibenahi. Mereka (Dirjen PAS red) selalu terima bila diingatkan,” katanya.

Dugaan pungli di Lapas Klas II A Serang itu menarik perhatian aktivis antikorupsi dari Banten Bersih Aco Ardiansyah. Menurut Aco, Kemenkumham RI harus segera menindaklanjuti dugaan pungli tersebut. Selain itu, Aco juga meminta Satgas Saber Pungli untuk segera turun untuk melakukan pengusutan.

“Jika dugaan itu benar, saya minta Kemenkumham segera melakukan pemecatan terhadap oknum-oknum yang terlibat,” tegas wakil koordinator Tangerang Public Transparency Watch (Truth) ini dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Menurut Aco, lapas dan rutan harus bersih dari pungli karena lembaga tersebut bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang tersangkut hukum. Selain itu, penerimaan, pendaftaran, dan penempatan narapidana itu sudah ada aturan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 Tentang Syarat-syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Taggungjawab Perawatan Tahanan. “D idalam peraturan itu, lapas atau rutan wajib memenuhi hak-hak para tahanan sebagaimana prinsip HAM,” tuturnya.

Aco mengungkapkan, lapas dan rutan sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan pelayanan yang layak kepada seluruh elemen masyarakat berdasarkan peraturan yang berlaku. Artinya, petugas lapas dan rutan harus bersih dari  kejahatan yang bersifat korupsi. “Sekali lagi, jika dugaan pungli itu benar terjadi. Potret itu menunjukan bahwa manajemen lapas rusak. Hal itu tentu menyimpang dari tujuan awal dibentuknya lapas. Yang salah satunya, melakukan pembinaan terhadap narapidana,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Akademi Antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan meminta, aktivitas anti korupsi di Banten untuk mengungkap dugaan pungli di Lapas II A Serang. Hal itu penting dilakukan agar Kemenkumham bersih dari segala perilaku koruptif. “Saya sudah dorong aktivis antikorupsi di Banten untuk membongkar dugaan pungli di Lapas II A Serang bro (menyebut wartawan -red),” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, narapidana narkoba Lapas II A Serang ME (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan pungutan dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. ’’Di dalam Lapas II A Serang semuanya bayar Om (menyebut wartawan-red). Nggak ada yang gratis,’’ ungkap ME saat menghubungi wartawan melalui pesan whatsapp, Minggu (12/5).

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Klas II A Serang Muhammad Askari Utomo membantah ada pungutan terhadap narapadina di Lapas Klas II A Serang. Menurutnya, pihaknya banyak menemukan fakta banyak narapidana meminta uang ke orang tua dengan alasan untuk membayar biaya kamar dan fasilitas lainnya di lapas hanya akal-akal agar bisa mendapatkan uang. “Kita tidak pernah meminta uang ke narapidana. Kemungkinan itu hanya alasan narapidana agar dapat uang dari orang tuanya,” katanya melalui telepon, Senin (13/5). (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook