Warung di Pelabuhan Merak Jual Makanan Kedaluarsa

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 11:39:45 WIB   |  dibaca: 136 kali
Warung di Pelabuhan Merak Jual Makanan Kedaluarsa

DIPERIKSA : Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten melakukan pengawasan makanan di sekitar Pelabuhan Merak, Rabu (15/5).

CILEGON - Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak menemukan ratusan makanan ringan atau snack kedaluarsa yang dijual pedagang di Pelabuhan Merak, Rabu (15/5). Penemuan makanan tak layak konsumsi itu dilakukan petugas dalam rangka menyukseskan arus mudik Lebaran 2019 di Pelabuhan Merak.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Risiko Lingkungan pada KKP Banten, Ucup Supriadi mengatakan, pengawasan makanan di Pelabuhan Merak dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2019. KKP Banten bersama KSKP Merak melakukan pengawasan makanan di Pelabuhan Penyeberangan milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry ini. “Kami temukan empat kantong kresek besar makanan kadaluarsa. Kalau ditotal jumlahnya ratusan makanan,” kata Ucup dihubungi Banten Raya melalui sambungan telepon, Rabu (15/5).

Kata Ucup, makanan kadaluarsa yang disita berupa snack, seperti biskuit, coklat, keripik, dan beberapa minuman kaleng. Selain dilakukan penyitaan, juga dilakukan pembinaan terhadap para pedagang. Namun, jika penjualan makanan kadaluarsa masih ditemukan dikemudian hari, bisa saja diberikan sanksi yang lebih tegas lagi. “Saat ini hanya pembinaan saja, dan makanan kadaluarsa kami bawa ke kantor ada empat kantong kresek besar. Nanti kalau ada temuan lagi di pedagang yang sama bisa kami tindak dengan aturan yang lebih tegas,” tandasnya.

Ucup menjelaskan, kegiatan yang dilakukan pihaknya dalam rangka menyukseskan arus mudik 2019. Agar, para pemudik tidak khawatir ketika membeli makanan di perjalanan saat mudik. “Ini sudah rutin kita lakukan setiap tahun,” akunya.

Makanan kadalursa, lanjut Ucup, ketika dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan. Rata-rata makanan kadaluarsa yang dijual batasnya pada akhir 2018. Namun, sampai pertengahan Mei 2019 masih dijual oleh beberapa warung di sekitar Pelabuhan Merak. “Ada yang kadaluarsanya Desember 2018, ada yang November 2018. Kalau dikonsumsi bisa mual-mual sampai pada keracunan dan gangguan kesehatan lainnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Ucup, beberapa waktu sebelum melakukan pengawasan makanan terhadap warung-warung di Pelabuhan Merak, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap para pramusaji serta chef di kapal penyeberangan. Kegiatan tersebut tentunya untuk melindungi konsumen penyeberangan melalui Pelabuhan Merak agar mengonsumsi makanan yang aman untuk dikonsumsi. “Kami selain melakukan pengawasan juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang,” jelasnya.

General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Solikin mengapresiasi atas tindakan pengawasan yang telah dilakukan oleh KKP Banten. Pihaknya meminta pengawasan itu dilakukan secara berkala, bukan hanya saat menjelang Lebaran saja. “Kami juga akan melakuka pembinaan kepada pedagang agar menjual makanan yang layak konsumsi. Seharusnya pengawasan juga secara berkala tidak setahun sekali,” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook