Pengemis Musiman Berasal dari Luar Cilegon

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 11:41:17 WIB   |  dibaca: 104 kali
Pengemis Musiman Berasal dari Luar Cilegon

MENANGIS : Salah satu pengemis menangis saat akan digelandang dua petugas Satpol PP, Rabu (15/5).

CILEGON – Puluhan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang mangkal di sepanjang jalur protokol dari mulai PCI sampai Damkar Cilegon diamankan petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon dan Satpol PP Cilegon, Rabu (15/5).

Informasi yang diperoleh, saat razia digelar, tak sedikit gepeng yang kabur setelah mengetahui adanya razia dari Dinsos dan Satpol PP. Bahkan, salah satu pengemis lansia pura-pura pingsan agar tidak dibawa untuk dibina oleh Dinsos.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Penyandang  Disabilitas dan Tuna Sosial Dinsos Kota Cilegon, Mamat Slamet mengatakan, adanya razia gepeng untuk memastikan ketertiban di masyarakat. Sebab, dengan para gepeng meminta-minta di jalan mengganggu dan bisa mengakibatkan kecelakaan.“Kami ini melakukan pembinaan bentuknya. Ini amanah dari kementerian sosial, mereka kami amankan untuk dibina, sehingga keberadaannya tidak meresahkan dan mengganggu kenyamanan dan ketertiban,” katanya kepada wartawan disela-sela razia gepeng sepanjang jalur protokol, kemarin.

Mamat menjelaskan, kebanyakan pengemis yang dirazia merupakan tumpahan dari luar daerah. Hal tersebut terbukti setelah dilakukan asesment paling hanya sekitar 2 orang saja yang asli warga Kota Cilegon. Biasanya, papar Mamat, pengemis tersebut juga memanfaatkan momen Ramadan untuk mendulang uang yang lebih banyak.“Seperti biasanya kami akan cek dahulu asal mereka. Namun, yang sudah-sudah kebanyakan memang dari luar daerah. Kalau Cilegon hanya 1 atau 2 orang saja,” paparnya.

Mamat menyatakan, untuk warga luar, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinsos untuk melakukan pembinaan kepada warganya, sementara untuk warga Kota Cilegon akan langsung didata. Lalu, dalam waktu secepatnya mendapatkan pembinaan pelatihan, baik mengelas, tukang dan hal lainnya.“Memang yang repot kalau yang kena itu warga luar. Sebab, kami mesti koordinasi dengan pihak terkait disana. Kalau warga sendiri kami jamin akan mendapatkan pembinaan skil untuk bisa mendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Abadiah meminta kepada warga masyarakat untuk tidak memberikan sedekah kepada para pengemis yang saat ini marak. Jika warga hendak bersedekah, Abad panggilan Abadiah, menyarankan untuk disalurkan kepada yayasan, badan mail zakat nasional (Baznas) atau lembaga yang jelas dan kredibel.“Saya sangsi para pengemis itu adalah orang yang wajib disedekahi. Sebaiknya jika bersedekah kepada yang jelas seperti tetangga yang yatim piatu, atau lembaga dan instansi yang membidangi,” katanya.

Abadiah menuturkan beberapa kali melakukan razia, pihaknya menemukan sejumlah pengemis yang menganggap mengemis merupakan pekerjaan, sehingga setiap kali diberikan pembinaan pada akhirnya kembali ke jalan untuk mengemis.“Ini soal mental warga. Kebanyakan juga dari luar Kota Cilegon. Mereka yang menghendaki itu sebagai pekerjaan. Sebab, mudah dan cepat menghasilkan uang tanpa harus kerja keras,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook