Stok Terbatas, Warga Berebut Sembako Murah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 11:42:53 WIB   |  dibaca: 116 kali
Stok Terbatas, Warga Berebut Sembako Murah

BERDESAKAN : Sejumlah warga berdesak-desakan untuk berebut mendapatkan paket sembako murah yang digelar di halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (15/5).

CILEGON - Minimnya jumlah paket sembako yang disiapkan ritel dalam bazar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bersama sejumlah ritel, membuat warga berebut paket tersebut. Kondisi itu pun membuat bazar sempat kisruh.

Kepala Seksi Stabilitas Harga Disperindag Kota Cilegon, Ikhsan Hasibuan menjelaskan, ada 7 ritel yang ikut bazar dan setiap ritel hanya menyiapkan 100 paket perharinya selama bazar murah berlangsung. Dengan antusias warga ingin mendapatkan, membuat suasana sempat mengalami kekisruhan akibat berebut paket yang disediakan.

"Barangnya hanya dibatasi setiap ritel 100 paket perharinya. Sementara warga sangat antusias mengikuti bazar ini, ini menjadi evaluasi kami kedepannya," katanya usai menenangkan suasana kekisruhan yang sempat terjadi di bazar yang digelar di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (15/5).

Namun, kondisi kekisruhan itu tidak berlangsung lama karena bisa diatasi oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kota Cilegon, yang berjaga.Ikhsan menjelaskan, antusias warga tersebut karena harga yang dijual ritel jauh dibawah standar. Sementara persatu paketnya harga yang seharusnya dijual Rp70 ribu menjadi Rp35 ribu.

Untuk Bazar sendiri, kata Ikhsan, dibuka pada pukul 08.00 dan sudah habis pada pukul 10.00. "Harganya memang kami minta untuk adanya diskon 40 sampai 50 persen. Lagian ini juga CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat setiap tahunnya dari mereka (ritel)," paparnya.

Semenatara itu, Nurjannah, warga Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, mengeluhkan dengan sistem bazar murah yang setiap tahun diselenggarakan Disperindag Kota Cilegon. Pasalnya, setiap kali bazar ia terpaksa berebut dan harus saling dorong dengan warga lainnya untuk mendapatkan paket murah.

Padahal, pungkas Nurjannah, Disperindag Kota Cilegon bisa menggunakan sistem kupon atau hal lainnya, sehingga tidak berebut dan membatasi hanya warga tidak mampu yang bisa ikut."Saya rela dorong-dorongan tadi, ini karena kita butuh bahan makanan dan pokok dengan harga murah. Seharusnya, ini jadi evaluasi buat dinas," paparnya.

Selain mengeluh, Nurjannah juga tetap mengapresiasi adanya bazar murah yang sudah dilakukan Disperindag Kota Cilegon. Sebab, bagi warga yang secara ekonomi pas-pasan bisa mendapatkan harga bahan konsumsi dan bahan pokok yang sangat murah."Buat saya murah banget ini harganya, ada sirup, gula, kopi, mie instan sama minyak harganya cuma Rp35 ribu. Kalau harga asli bisa dua kali lipatnya. Kami masyarakat sangat terbantu," paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook