MUI Apresiasi Kegiatan Rutan

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 11:45:14 WIB   |  dibaca: 75 kali
MUI Apresiasi Kegiatan Rutan

LOMBA: Kasubag TU Kemenag Lebak Haerudin (tengah) didampingi Kepala Rutan Rangkasbitung Aliandra Harahap menyapa warga binaan mengikuti lomba hafidz quran, Rabu (15/5).

RANGKASBITUNG- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak menyambut baik kegiatan gebyar Ramadan di Rutan Klas II B Rangkasbitung. Salah satu kegiatannya yaitu lomba hafidz quran yang diikuti warga binaan Rutan Klas II B Rangkasbitung."Rutan Rangkasbitung telah menjadi tempat benar-benar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami melihat hari ini dilaksanakan kegiatan gebyar Ramadan berupa lomba hafidz quran," kata Sekretaris MUI Lebak Ustad Saefullah di Rutan Rangkasbitung, Rabu (15/4).

Menurutnya, kegiatan lomba hafidz quran sangat luar biasa sekali karena pesertanya para narapidana. Bagaimana sistem dan kegiatan terbentuk dan dapat berjalan baik."Kami dari MUI Lebak sangat mengapresiasi atas keberhasilan ini. Belum tentu lembaga di luar sana konsen dengan pembinaan aqidah dan akhlak agama. Tapi di sini mereka (WBP) menunjukan sungguh-sungguh untuk belajar dan lebih baik, semoga Allah SWT dapat memberikan limpahan rahmat kepada semuanya,” kata Saefullah.

Kepala Sub Bagian TU Kemenag Lebak Haerudin turut mengapresiasi pelaksanaan lomba hafidz quran tingkat Rutan Rangkasbitung. "Kegiatan ini sangat positif dan sangat tepat dilaksanakan bertepatan bulan Ramadan. Selain menjadi ajang memotivasi menjadi napi berprestasi sekaligus mendapatkan pahala berlipat ganda," katanya.

Kepala Rutan Klas II B Rangkasbitung Aliandra Harahap mengatakan, lomba hafidz quran menjadi salah satu lomba diselenggarakan dalam giat gebyar Ramadan. "Hal ini kami lakukan guna memotivasi WBP Rutan Rangkasbitung untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan di bulan Ramadan. Hasilnya jelas hafizh quran ini nantinya akan sangat bermanfaat dan menjadi bekal untuk masa depan warga binaan itu sendiri," katanya.

Aliandra  menegaskan bahwa seluruh warga binaan wajib mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya karena berlaku juga reward dan punishment. Sebab, di sana sudah dijalankan model pembinaan pondok pesantren bagi yang beragama muslim.

"Pembinaan keagamaan dan pembinaan lainnya menjadi tolak ukur bagi warga binaan untuk mendapatkan hak-haknya seperti remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan lainnya. Tentu nilainya harus berkategori baik, selanjutnya kami berharap bahwa model tersebut akan mengubah perilaku dan menjadi bekalnya setelah bebas nanti," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook