Jembatan Baru di Bhayangkara Dikeluhkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 12:22:33 WIB   |  dibaca: 84 kali
Jembatan Baru di Bhayangkara Dikeluhkan

BARU: Pengendara melintas di jembatan baru yang menghubungkan Jalan Bhayangkara ke Jalan Khozin, kemarin.

SERANG- Jembatan baru yang menghubungkan Jalan Bhayangkara dan Jalan Khozin tepatnya di Lingkungan Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Hal itu lantaran di area jembatan tersebut belum terdapat rambu-rambu permanen yang menunjukkan adanya jembatan. Alhasil tak sedikit pengendara yang merasa kebingungan atau khawatir.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Dede Hilal mengaku merasa khawatir saat hendak melintas di jembatan baru tersebut. Sebab menurut pemuda yang tinggal di Lingkungan Terondol, Kelurahan Terondol ini, di area jembatan baru tersebut belum ada rambu penunjuk arah, sehingga kendaraan yang berada di belakang yang hendak belok terpaksa harus mengerem mendadak.

“Memang saya juga selaku pengendara agak canggung kalau mau belok antara menggunakan jembatan baru atau belok di jembatan lama, karena tidak ada rambu atau pengumuman yang memberikan keterangan jelas soal belok yang mana harus digunakan ketika dari arah MTs mau ke SMK,” kata Dede sapaan akrabnya, saat ditemui di lokasi, Rabu (15/5) siang sekitar pukul 13.30.

Seharusnya, lanjut pemuda berkumis ini, ada petugas pengatur jalan seperti dari pihak kepolisian atau dari organisasi aparatur daerah (OPD) terkait yang mengatur agar pengguna jalan tidak merasa kebingungan. Menurutnya, walau saat ini di jembatan tersebut ada tukang parkir alias Pak Ogah, namun hal itu dinilai kurang efektif karena tidak tahu aturan hukum lalu lintas. “Saya harap jangan nunggu korban dulu baru ada rambu atau petugas yang berjaga, agar pengendara dapat menjaga keselamatan,” harap dia.

Hampir serupa dikatakan Presidium Liga Mahasiswa Muslim Serang (LMMS) Taufiq. Menurut dia, jembatan itu sebenarnya baik untuk mengurai kemacetan. Namun tetap saja masih banyak pengendara yang merasa kebingungan lantaran belum ada rambu penunjuk arah.

“Jadi mereka yang ingin menuju arah Khozin bisa lewat jembatan baru, kalau yang mau ke arah Le Dian bisa lewat jalan lama. Namun dengan jarak yang berdekatan, ini memang membuat bingung para pengguna jalan. Saya sendiri terkadang kagok, ambil jembatan baru atau jalan yang lama. Oleh karena itu, mungkin harus ada rambu khusus supaya tidak terjadi kebingungan,” ujar Taufiq.

Iyan, salah seorang tukang parkir yang mengatur arus lalu lintas di jembatan baru tersebut menyebutkan bahwa jembatan baru Bhayangkara belum lama ini dioperasikan. “Kalau tidak salah mah baru dua atau tiga hari yang lalu dibukanya. Yang buka yang ngerjain jembatan ini. Gak tau saya juga diperintah siapa,” ujar pria berkacamata ini.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang M Ibra Gholib saat dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (15/5) malam, sekitar pukul 19.53, belum merespons panggilan dan pesan singkat Banten Raya. Hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook