Untirta Ajak Pemda Kembangkan FK Kedokteran

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 12:31:55 WIB   |  dibaca: 215 kali
Untirta Ajak Pemda Kembangkan FK Kedokteran

MONITORING: Tim monitoring dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memantau fasilitas Fakultas Kedokteran Untirta beberapa waktu yang lalu di Kampus Untirta Cilegon.

SERANG - Rektor Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Sholeh Hidayat mengajak pemeirntah daerah untuk mendukung dan mengembangkan Fakultas Kedokteran Untirta, yang tahun ini akan menerima mahasiswa baru.Salah satu bentuk dukungannya adalah, kata Rektor Untirta, dengan mengirimkan 25 putra putri terbaik asal daerahnya masing-masing untuk mengikuti tes masuk jalur mandiri Fakultas Kedokteran Untirta.

"Saya mengajak pemerintah daerah di delapan kabupaten/kota untuk mengirimkan putra putri terbaiknya, untuk mengikuti tes masuk jalur mandiri Faluktas Kedoktaran. Meskipun kuota untuk tiap kabupaten/kota hanya lima mahasiswa, namun saya meminta pemerintah daerah mengirimkan 25 calon mahasiswa untuk mengikuti tes jalur mandiri Fakultas Kedokteran," kata Rektor kepada Banten Raya, Rabu (15/5).

Pakar pendidikan di Banten ini mengaku, pihaknya akan membuat skema Penerimaan Mahasiswa baru (PMB) untuk Fakultas Kedokteran melalui jalur mandiri yakni dengan kuota 50 orang. Terdiri dari 10 orang untuk seleksi umum dan 40 orang ditawarkan kerjasama dengan kabupaten dan kota untuk dibiayai, calon mahasiswa asal kabupaten dan kota untuk diseleksi.

“Calon mahasiswa tersebut akan mengikuti seleksi yang diutus ooleh kabupaten dan kota. Seleksi untuk masuk Fakultas Kedokteran tersebut akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dan kota minimal selama lima tahun,” ungkapnya.

Dengan adanya dukungan dalam pengembangan Fakultas Kedokteran Untirta, lanjutnya, maka tersedianya kesempatan tersebut lulusan Untirta dapat mengisi pusat-pusat kesehatan masyarakat, yakni rumah sakit dan puskesmas, sumber daya kesehatan yang relative, dokter-dokter tersebut yang memang atas hasil kerjasama misalnya dari daerah seperti Lebak dan Pandeglang yang dibiayai dengan perjanjian, setelah selesai harus kembali mengabdi di daerah sambil menunggu pengangkatan.

Rektor menambahkan, sehingga puskesmas-puskesmas yang membutuhkan dokter dapat teratasi, seperti pelayanan kesehatan masyarakat di Banten dapat meningkat, serta kesadaran kesehatan masyarakat juga meningkat."Kemudian masalah stunting, gizi buruk, dan angka kematian dapat menurun dengan adanya dokter, hal itu merupakan hasil kerjasama dokter yang akan menetap didaerahnya masing-masing," tegasnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook