Belasan Warteg Membandel

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 12:39:22 WIB   |  dibaca: 129 kali
Belasan Warteg Membandel

DIPERINGATKAN : Petugas Satpol PP Kota Tangsel memberikan peringatan kepada pemilik Warteg Bahari yang beroperasi pada siang hari, Rabu (15/5).

KOTA TANGSEL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel melakukan pengawasan terhadap rumah-rumah makan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti imbauan Walikota dan MUI Kota Tangsel terhadap pemilik restoran dan rumah makan agar tidak berjualan pada siang hari.

Dalam pengawasan itu petugas Satpol PP menemukan 17 warung tegal (Warteg) yang berjualan pada siang hari.Pantauan wartawan, para pemilik warteg menutup tempat usaha mereka menggunakan gorden. Saat didatangi Satpol PP, para pembeli di dalam warteg kaget dan langsung pergi meski makanannya belum habis.

Salah seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Satpol PP Kota Tangsel Muksin Alfachry mengatakan, kegiatan pengawasan dilakukan untuk melihat penerapan imbauan Walikota dan MUI Tangsel yang sudah disampaikan sejak sebelum bulan Ramadan. “Kita ingin melihat sejauh mana para pemilik usaha dalam mentaati imbauan Walikota dan MUI Tangsel,” kata Muksin kepada wartawan disela-sela pengawasan, Rabu (15/5).

Muksin mengungkapkan, berdasarkan hasil pengawasan di sejumlah tempat di Kota Tangsel, pihaknya menemukan 17 warteg yang mengabaikan imbauan walikota dan MUI Tangsel dan tetap beroperasi sebelum pukul 12.00 WIB.

“Didalam imbauan itu, rumah makan boleh buka dari Pukul 12.00 hingga pukul 04.00 WIB tapi tetap masih ada yang buka tentu ini masuk pelanggaran. Untuk tindakannya setelah dibuatkan surat pernyataan dan ditanda tangani mereka, tapi besok-besoknya masih melakukan aktivitas maka kita akan melakukan proses penyitaan barang-barang mereka,” ungkapnya.

Muksin menambahkan, berdasakan data pihaknya, mayoritas warteg yang mengabaikan imbauan Walikota dan MUI Tangsel itu warteg yang kedapatan beroperasi di ramadhan lalu. “Dalam kesempatan ini, saya mengimbau kepada para pemilik usaha untuk mentaati imbauan yang sudah disampaikan kepada mereka,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik Warteg di Kecamatan Pamulang Sumenah beralasan warungnya buka karena ngumpulin uang untuk biaya mudik dan lebaran. “Kalau saya tidak buka tidak bisa pulang kampung. Sedangkan warung saya ramenya di siang hari, kalau malam sepi,” ungkapnya.

Sumenah menuturkan, mayoritas pembeli yang datang ke wartegnya pada siang hari yaitu, para sopir dan para kuli bangunan namun ada juga masyarakat umum. “Kalau sudah diingatkan oleh bapak-bapak ini (anggota Satpol PP-red), mudah-mudahan saya bisa menjalankan imbauan ini. Mau enggak mau harus tutup,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook