Tanah Bergeser, 43 Rumah Roboh

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 12:52:58 WIB   |  dibaca: 152 kali
Tanah Bergeser, 43 Rumah Roboh

FENOMENA : Petugas BPBD Lebak mendata rumah roboh di Kampung Jampang, Cimarga, akibat pergeseran tanah, Rabu (15/5).

RANGKASBITUNG - Bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Jampang, Desa Sudamanik, Kecamatan Leuwidamar makin mengkhawatirkan. Hingga saat ini, sudah ada 43 rumah warga yang roboh akibat fenomena geologi  tersebut.

Berdasarkan pantauan Banten Raya di Kampung Jampang, Rabu (15/5), selain 43 rumah, terdapat 20 rumah warga dan dua musala yang turut rusak. Sedangkan warga pemilik 52 rumah lainnya yang tidak mengalami kerusakan kini mulai was-was terhadap kemungkinan rumahnya turut terkena dampak pergeseran tanah tersebut.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak telah menyediakan dua tenda berukuran besar untuk tempat mengungsi warga yang rumahnya roboh dan rusak berat. Tidak hanya itu saja, BPBD pun menyediakan dapur umum untuk kebutuhan makan para pemilik rumah yang roboh dan rusak berat.

Suhendi, warga Kampung Jampang saat ditemui di kediamannya mengungkapkan, pergeseran tanah terus makin intens terjadi selama dua bulan terakhir. Setiap tiga atau empat hari, ada saja rumah warga yang roboh. "Hingga pekan ini aja ada dua musala yang terkena dampak dan terancam mengalami rusak berat," ujar Suhendi.

Agar tidak terjadi korban jiwa, setiap hari selama 24 jam warga dibantu tim relawan dari BPBD Lebak terus melakukan patroli keliling. Sedangkan bagi warga yang kelelahan, serta rumahnya ambruk, serta tidak layak untuk dihuni kembali, maka sejak satu pekan ini diungsikan ditenda darurat milik BPBD yang lokasinya tidak begitu jauh dari Jampang.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi yang di Jampang mengatakan, saat ini pemkab sedang mencari berbagai opsi untuk menyelamatkan warga Jampang. Pemkab telah mendatangkan tim dari Badan Geologi Bandung untuk melakukan penelitian.

"Opsi lain, kami sedang mencari lahan untuk merelokasi warganya, atau warganya menginginkan relokasi mandiri yang tentunya turut dibantu pemkab dengan nilai anggaran yang bervariasi sesuai tingkat kerusakan yang dialami masing-masing rumah warga," terang Kaprawi. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook