Pintunya Digembok, Air Tak Ngocor

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 16 Mei 2019 - 12:55:55 WIB   |  dibaca: 140 kali
Pintunya Digembok, Air Tak Ngocor

TAK DIPAKAI : Musola Plaza Pandeglang sepi dan pintunya terkunci, Rabu (15/5).

PANDEGLANG - Kabupaten Pandeglang merupakan satu-satunya daerah di Banten yang tidak memiliki pasar modern atau mal. Masyarakat yang akan berbelanja, biasanya pergi ke Pasar Plaza Pandeglang yang ada di jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pandeglang.

Bagi warga Pandeglang, Plaza Pandeglang menjadi ikon tersendiri karena selain menjadi tempat perbelanjaan aneka barang mulai dari pakaian, kelontongan, sayuran, hingga hewan ternak, juga merupakan tempat keramaian sekaligus rekreasi. Beberapa kios plaza ada yang disulap jadi tempat persewaan playstation, salon kecantikan, dan permainan anak.

Banyaknya pengunjung tentu akan berdampak pada meningkatnya intensitas penggunaan fasilitas umum seperti toilet dan tempat ibadah atau musala. Sayangnya, para pengujung Plaza Pandeglang rata-rata tidak tahu keberadaan musala yang berada di lantai dua.

Lokasi musala plaza memang tidak ada perbedaan dengan bangunan pasar lainnya atau kios kecuali kubah kecil di bagian atap serta papan informasi bahwa bangunan tersebut adalah musala. Saat Banten Raya menyambangi musala berukuran 3 × 5 meter itu, pintu musala tampak digembok dan informasinya tidak bisa dipakai karena airnya tidak ngocor.

"Saya gak tahu kalau di Plaza ada musalanya karena tidak ada papan petunjuk. Makanya kalau kebetulan saat belanja waktunya masuk (waktu salat-red), saya salat di masjid dekat pasar," kata Siti Amah, pengunjung plaza, kemarin.

Tidak hanya pengunjung, para pedagang di Plaza Pandeglang pun banyak yang tidak tahu lokasi musala resmi Plaza yang merupakan fasilitas yang wajib disediakan pengelola pasar. "Kalau mau salat ya ke masjid yang dekat pasar di Kampung Ciherang. Soalnya saya gak tahu musala pasar adanya dimana," kata Atih, pedagang pakaian.

Sahrul, pedagang lainnya mengaku  tahu keberadaan musala Plaza Pandeglang. Namun Sahrul mengaku malas ke musala karena harus jalan kaki dari lantai dasar serta tempatnya sempit. "Di sekitar Plaza ada beberapa musala yang cukup bersih dan airnya banyak. Setiap mau salat saya pasti ke musala di luar pasar saja," katanya.

Kasubag UPT Pasar Disperindagpas Pandeglang Darinto Suminto menyatakan bahwa Plaza Pandeglang dilengkapi dengan fasilitas musala bagi pedagang dan pengunjung. Namun Darinto mengakui, musala yang ada tidak representatif dan airnya tengah bermasalah. "Kalau musala ada di lantai 2 Plaza tapi memang airnya sedang mampet dan tidak bisa digunakan.

Pedagang dan pengunjung lebih senang ke musala di luar pasar," kata Darinto ditemui di Musala Al Mutaqien yang lokasinya masih ada di lingkungan pasar Kampung  Ciherang, Kelurahan/Kecamatan Pandeglang Menurutnya, Plaza Pandeglang memang sudah kumuh dan tidak mencerninkan pasar sehat.

"Dua puluh tahun ke belakang pasar dikelola oleh pihak ketiga yaitu koperasi pasar tapi sekarang ditangani langsung oleh Disperindag.Kalau banyak fasilitas yang sudah tidak mendukung kami akui dan rasakan. Pasar ini perlu revitalisasi," jelasnya. (Muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook