923.405 Warga Hidup Miskin

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 17 Mei 2019 - 12:36:32 WIB   |  dibaca: 307 kali
923.405 Warga Hidup Miskin

DISKUSI : Sekretaris Dinsos Kabupaten Tangerang, Achmad berdiskusi tentang realisasi program pengentasan kemiskinan, di kantornya, Kamis (16/5).

KAB. TANGERANG - Jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang yang hidup dalam kemiskinan masih tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang mengungkapkan, pada 2018 dari total penduduk 3.477.495 jiwa, sebanyak 923.405 orang di antarnya berada di bawah garis kemiskinan.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Achmad mengatakan, tolok ukur kemiskinan salah satunya didasarkan pada pengeluaran pembelanjaan setiap bulannya.
Dikatakan, setiap tahunnya tolok ukur angka pengeluaran berubah sesuai dengan kondisi pendapatan ekonomi penduduk secara umum.

Menurut Achmad, penyumbang angka kemiskinan yang paling banyak berada di Kecamatan Kronjo, Kecamatan Pakuhaji, Kecamatan Rajeg, dan Kecamatan Teluknaga. “Angka kemiskinan mencapai 923.405 jiwa, dari 3.477.495 total jumlah penduduk Kabupaten Tangerang. Jumlah angka kemiskinan itu, berdasarkan data BPS tahun 2018,” kata Achmad kepada wartawan di saat ditemui di ruangannya, Kamis (16/5).

Menurut Achmad, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih terus melakukan upaya pengentasan kemiskinan. Salah satunya program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan rehab rumah, dan bantuan permodalan. ”Sudah ada program bansos PKH, BNTT. Ada juga program pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pesisir. Diberikan bantuan modal dan pendampingan kepada masyarakat,” katanya.

Achmad menambahkan, Pemkab Tangerang sudah membentuk tim untuk menanggulangi angka kemiskinan. Tim tersebut bernama Tim Reaksi Cepat (TRC) Penagulangan Kemisinan, dengan salah satu tugasnya penangulangan kemisinan dengan memberikan pendampingan usaha. “Warga kurang mampu itu kalau diberikan modal usaha harus didampingi agar usahanya bisa maju. Nah tugas TRC penangulangan kemisiknan itu memberikan pendampingan,” tutupnya.

Terpisah, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriyadi, meminta agar pemerintah lebih serius dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tangerang. Tingginya angka kemiskinan menunjukkan kinerja pemerintah masih perlu ditingkatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Selain itu, politisi PDIP ini juga meminta data angka penduduk miskin benar-benar dipastikan kevalidannya. ”Jangan asal didata. Tapi kalau memang data itu sudah benar dan sesuai, PR (pekerjaan rumah_red) pemerintah harus segera dituntaskan. Karena ini menyangkut nasib rakyat,” singkatnya. (imron)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook