Tol Serpan Belum Bisa Jadi Tol Fungsional

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Mei 2019 - 12:47:54 WIB   |  dibaca: 233 kali
Tol Serpan Belum Bisa Jadi Tol Fungsional

TERUS DIGENJOT : Kondisi pembangunan fisik Tol Serang- Panimbang Seksi 1 Serang-Rangkasbitung di wilayah Kabupaten Serang. Foto dirilis pada Senin (13/5).

SERANG – Tol Serang-Panimpang (Serpan) dipastikan belum bisa menjadi tol fungsional selama musim mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriyah atau 2019. Saat ini, progres pembangunan tol belum memadai untuk dijadikan jalan bebas hambatan tanpa pengenaan tarif.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang-Panimpang (WSP) selaku pengembang tol Mulyana mengatakan, meski sejumlah ruas tol dipakai secara fungsional namun untuk Tol Serang-Panimbang belum bisa dilakukan. Belum ada wacana untuk dilaksanakan ke arah sana.“Peluang untuk dipakai mudik lebaran tahun ini untuk Tol Serang-Panimbang belum ada program dan memang belum bisa difungsionalkan,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Rabu (15/5).

Ia menuturkan, alasan belum bisa dijadikannya tol fungsional dikarenakan progres pembangunan fisik belum memadai. “Betul, belum memadai. Selain itu faktor cuaca yang hujannya sampai Mei memengaruhi progres (pembangunan) tidak maksimal,” katanya.

Menurutnya, jika pengerjaan dipaksakan dalam konsisi cuaca seperti saat ini maka akan berpengaruh terhadap kualitas konstruksi fisik tol. Dampaknya memang tak akan terlihat dalam waktu dekat karena baru bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Pengaruhnya sangat besar yaitu kalau kita paksakan kerja kualitas pekerjaan sepeti timbunan tanah tidak memenuhi syarat kualitas. Pengaruh yang lebih berat adalah daya tahan pekerjaan timbunan jangka panjang dan nantinya risiko biaya perbaikan lebih tinggi,” ungkapnya.

Mulyana memastikan, meski terkendala cuaca namun pihaknya tetap menargatken pembangunan fisik Tol Serpang Seksi 1 Serang-Rangkasbitung akan selesai tahun ini. Selanjutnya, ruas jalan itu sudah bisa beroperasi pada 2020. “Targetnya tetap 2020 (beroperasi untuk seksi 1). Mohon doanya,” tuturnya.

Dia berharap, keberadaan Tol Serpan bisa dijadikan salah satu rujukan penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) pemerintah daerah. Pemerintah harus bersiap secara optimal memanfaatkan keberadaan tol untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Intinya bahwa selain untuk (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Lesung tentu adalah untuk pengembangan kawasan Banten Selatan. Ini kan dekat Jakarta, harus sama lah, keseimbangan pertumbuhan kawasan harus sama lah. Dari Jakarta kalau sudah jadi ini paling 2,5 jam,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan wilayah, PT WSP telah menyiapkan desain pengembangan tol dari sisi pengembangan bisnis. Sehingga walaupun itu adalah tol buntu yang berakhir di Panimbang, Kabupaten Pandeglang namun infrastruktur itu tetap bisa diminati masyarakat.

“Jalan tol bisa dijadikan rujukan. Harus juga terintegrasi antara pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah. Disini misalnya dijadikan kawasan pertokoan, di sana jadi sentral hasil pertanian, itu ranah pemerintah daerah. Kami juga sudah siapkan strategi pengembangan tapi belum bisa kami publikasikan,” katanya.

Informasi yang dihimpun dari akun media sosial PT WSP, hingga bulan ini progres pembebasan bakal lahan tol telah mencapai 77 persen, perencanaan teknik akhir 88 persen dan konstruksi seksi 1 sepanjang 26,5 kilometer sebesar 25 persen.

Sementara itu, Pimpinan Proyek PT WSP Muhammad Ali memaparkan, secara umum pengerjaan konstruksi tol dibagi dalam tiga seksi. Seksi 1 yaitu dari Serang hingga Rangkasbitung, seksi 2 Rangkasbitung hingga Cileles dan Seksi 3 dari Bojong hingga Panimbang.

“Porsi BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) itu Serang hingga Cileles atau seksi 1 dan 2, dengan panjang 50,67 kilometer. Untuk seksi 1 ditarget selesai pada November 2019. Sedangkan untuk seksi 3 sepanjang 33 kilometer menjadi porsi pemerintah, direncanakan mulai konstruksi dan selesai bersamaan dengan penyelesaian seksi 2,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan kawasan sekitar tol, kata dia, Tol Serpan akan dilengkapi dengan tujuh interkoneksi simpang susun. Ketujuh akses itu terdiri atas simpang susun Petir, Cikeusal, Rangkasbitung, Cikulur, Bojong, Cileles dan Pagelaran. “Tol Serang-Panimbang dengan panjang 83,67 kilometer berawal dari junction Walantaka dari ruas Tol Jakarta-Merak kilometer 64+200 hingga keluar di Panimbang. Sepanjang 83,66 kilometer itu ada tujuh simpang susun,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook