Demo, Pegawai Alfa Tuntut Upah Layak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 17 Mei 2019 - 12:49:06 WIB   |  dibaca: 436 kali
Demo, Pegawai Alfa Tuntut Upah Layak

Tuntut Hak : Karyawan Alfamart berunjuk rasa di depan gudang Alfamart Cabang Serang di Jalan Raya Serang-Cilegon, Drangong, Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5).

SERANG - Puluhan pegawai Alfamart dari cabang Serang, Cilegon, Rangkasbitung, dan cabang Pandeglang melakukan aksi unjuk rasa di depan gudang perusahaan mereka, PT Sumber Alfaria Wijaya di Drangong Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5), menuntut kesejahteraan dan upah layak.

Para karyawan menuntut beberapa poin yaitu bonus akhir tahun untuk karyawan operasional, serta pemberian upah lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karyawan juga meminta perusahaan transparan dalam memberikan rincian jam upah lembur di slip gaji, serta menghilangkan prinsip loyalitas jam kerja yang selama ini diterapkan perusahaan.

Karyawan juga meminta manajemen memberikan tunjangan masa kerja, serta menghilangkan nota barang hilang yang harus diganti oleh karyawan.Fazar Janata, koordinator aksi mengatakan, selama ini manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya tidak pernah peduli terhadap nasib karyawannya.

Hal itu bisa dilihat dari sistem kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan.  "Kami mendapat banyak tekanan di jam kerja, ini membuktikan jika manajemen tidak menjalankan aturan sesuai dengan undang-undang," katanya kepada Banten Raya di lokasi aksi unjuk rasa.

Fazar mengungkapkan, PT Sumber Alfaria Wijaya tidak transparan dalam pengupahan gaji lembur. Bahkan, upah lembur yang diterima oleh karyawan di bawah standar yang berlaku dan hal itu cukup merugikan karyawan. "Lemburan hanya dibayar cuman per paket, hanya Rp150 ribu, tidak ada keterbukaan dan uang lemburan yang kami terima juga tidak disetarakan sesuai dengan aturan," ungkapnya.

Fazar menegaskan, banyak karyawan Alfa diintimidasi dengan dipaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya. Bahkan setiap bulan, karyawan kerap dipotong gaji dengan tudingan barang-barang di toko yang hilang. "Jika apa yang kami tuntut tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi yang lebih besar dengan menutup toko di 400 cabang," tegasnya.

Peserta aksi, Wira Siregar mengatakan, selama ini dirinya hanya menerima paket lembur Rp150 ribu. Namun untuk level di bawahnya seperti pramuniaga malah mendapatkan upah lembur yang lebih besar yaitu Rp 300 ribu. "Dan bonus akhir tahun juga sudah dihilangkan. Tapi kalau untuk pegawai office masih menerima bonus akhir tahun," katanya.Sementara itu, Manager Personalia PT Sumber Alfaria Wijaya Zaenal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya tidak bisa dihubungi. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook