Duta Genre Diminta Hilangkan Tradisi Nikah Muda

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 10:59:11 WIB   |  dibaca: 228 kali
 Duta Genre Diminta Hilangkan Tradisi Nikah Muda

SWAFOTO : Para Duta Genre melakukan swafoto bersama Walikota Cilegon, Edi Ariadi di halaman Kantor Walikota, Jumat (17/5).

CILEGON – 16 Finalis Duta Generasi Berencana (Genre) Dinas Pembemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon diberi tugas berat. Para duta tersebut diminta mengubah tradisi nikah muda atau nikah di bawah umur yang masih marak di perkampungan di Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi, menyatakan, selama ini, masyarakat Kota Cilegon masih memiliki tradisi nikah muda. Sebab, masyarakat masih berpandangan tradisional. Namun, dengan adana para Duta Genre diharapkan bisa mengubah pandangan tersebut yang sudah mengakar di masyarakat.

“Kalau orang kampung itu takut kenapa-kenapa masih belasan tahun dinikahkan. Padahal ada umur ideal seseorang untuk menikah. Ini tugas mereka (Duta Genre_red) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya kepada Banten Raya usai menerima kunjungan Duta Genre di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Jumat (17/5).

Edi menyatakan, selain soal tradisi yang masih melekat di perkampungan. Ada juga pergaulan bebas yang melampaui batas. Hal itu juga menjadi tugas Duta Genre untuk mengingatkan orang-orang seumurannya supaya paham soal alat reproduksi dan menghindari risiko hubungan bebas.“Yang repot ini banyak pergaulan bebas. Ini juga harus coba menjadi bidikan dan fokus para duta, sehingga hamil diluar nikah juga bisa dihindari,” paparnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota cilegon, Heni Anita Susila, menjelaskan, finals duta genre yang berjumlah 8 laki-laki dan 8 perempuan tersebut akan menjalankan tugasnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tugas tersebut, papar Heni, tidak akan mudah, sehingga butuh kesungguhan dan motivasi.

“Kami coba menyampaikan berbagai hal yang akan dilakukan para duta kedepanya. Alhamdulillah respon Pak Walikota sangat berharap jika para duta bisa menyampaikan pesan soal KB dan hal lainnya,” ungkapnya.

Heni meyakini, jika tradisi mengawinkan atau menikahkan anak di usia dini masih terjadi di sejumlah daerah perkampungan di Kota Cilegon. Hal itu yang akan menjadi fokus untuk mendapatkan sosialisasi dari duta genre.“Di sejumlah kampung masih ada tradisi kawin muda atau menikahkan anaknya diusia belasan. Ini yang menjadi fokus pembenahan,” jelasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook