300 Kg Ganja Ditutup Limbah B3

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:00:25 WIB   |  dibaca: 275 kali
300 Kg Ganja Ditutup Limbah B3

DISITA : Barang bukti paket ganja dan tersangka yang telah diamankan oleh BNN di Cilegon, pekan lalu.

CILEGON – Sebanyak 300 kilogram ganja kering siap edar diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cilegon, tepatnya di D’Orange Home Stay yang berada di Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Sabtu (11/5) lalu sekitar pukul 01.50 WIB.Penyelundupan ganja kering asal Aceh tersebut menggunakan modus baru dengan menyelipkan ganja dalam tumpukan karung limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, ganja ditutup dengan tumpukan karung limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), sehingga aroma ganja tidak dapat terdeteksi karena hilang oleh bau limbah beracun. Ganja kering siap edar tersebut berasal dari Aceh akan diedarkan di wilayah Cilegon.

“BNN menggagalkan penyelundupan ganja 300 kilogram dari Aceh melalui jalur darat dengan tujuan Cilegon, Banten. Tiga orang tersangka, yaitu Dodi, Misbah, dan Jainudin telah kami amankan,” katanya melalui siaran pers BNN Cilegon, kemarin.

Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penangkapan sebelumnya, yang terjadi pada 5 Mei 2019 di Depok, Jawa Barat. Kala itu BNN mengamankan 500 kilogram. Ganja sebanyak itu dikirim melalui jasa ekspedisi.

Dalam pengembangannya, BNN memeroleh informasi keberadaan Dodi. Selanjutnya BNN melakukan penindakan berupa penangkapan terhadap Dodi di sebuah home stay yang ada di sekitar kawasan Damkar KS, Kota Cilegon, dengan mobil boks.“Dari situ petugas menggeledah mobil boks dan ditemukan 10 karung plastik berisi ganja kering seberat 300 kilogram. Ganja tersebut disembunyikan di antara karung limbah Medis B3,” kata Arman.

BNN memeroleh keterangan bahwa Dodi sedang menunggu Misbah. Sebab barang haram tersebut akan diserahkan ke Misbah di depan home stay. Sesaat setelah dilakukan serah terima barang, petugas mengamankan Misbah dan Jainudin. “Seluruh tersangka dan barang bukti diamankan di BNN untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka kami bawa ke Jakarta,” kata Arman.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook