Polisi Amankan 5 Motor dan Ratusan Botol Miras

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:01:48 WIB   |  dibaca: 231 kali
Polisi Amankan 5 Motor dan Ratusan Botol Miras

AMANKAN MOTOR : Tim Jawara Kepolisian Resort (Polres) Cilegon mengamankan motor pemuda yang melakukan balap liar, kemarin.

CILEGON – Sebanyak lima kendaraan roda dua, 500 botol minuman keras (miras) dan puluhan petasan diamankan Tim Jawara Kepolisian Resort (Polres) Cilegon, Kamis (16/5) malam.
Kendaraan tanpa surat dan miras serta petasan diamankan dalam opresi pekat (penyakit masyarakat) yang digelar dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.

Kepala Urusan (Paur) Humas Polres Cilegon, Ipda Sigit Darmawan, menjelaskan, operasi dilakukan sekitar pukul 10.00. Petugas terlebih dahulu menyisir sejumlah warung jamu dan penjual petasan sepanjang jalur protokol dari BJB sampai Sucofindo.

Saat dini hari, tim juga mengamankan sejumlah pemuda dan 5 unit motor yang sedang melakukan balap liar.“500 botol miras, 30 petasan serta 5 unit motor diamanakan. Mereka (pebalap liar-red) juga digelandang ke mapolres untuk dilakukan pembinaan,” paparnya, Jumat (17/5).

Operasi pekat sendiri, papar Sigit, dilakukan untuk menjaga kemanan dan ketertiban sepanjang bulan Ramadan, sehingga warga Kota Cilegon bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusuk tanpa adanya penyakit masyarakat yang timbul.

Operasi itu juga, kata Sigit, dalam rangka menertibkan sejumlah geng motor yang sering melakukan balap liar di sepanjang jalur protokol.“Sepanjang Ramadan ini kami akan terus monitoring lapangan. Mungkin nanti sebelum personil sibuk mengawal arus mudik. Ini agar ibadah Ramadan berjalan aman dan tertib,” katanya.

Sementara itu, Kanit 2 Dalmas Polres Cilegon, Ipda Yudi Hartono, menjelaskan, saat melakukan pengamanan kepada sejumlah pemuda yang melakukan balap liar, polisi juga mengamankan motor sebagai barang bukti.

Adanya balap liar tersebut, menurut Yudi, sangat membahayakan pengendara lainnya, terutama pekerja pabrik yang berangkat atau pulang kerja malam.“Ini jelas membayakan, kami amankan orangnya untuk dibina dan motornya sebagai barang bukti. Boleh diambil kembali setelah membawa sejumlah bukti kepemilikan,” ungkapnya.

Yudi menyatakan, adanya peredaran miras dan petasan saat Ramadan sangat mengganggu warga sekitar, terlebih saat orang Islam khusyuk melakukan ibadah bulan puasam.“Minuman keras yang sebagian juga oplosan ini membayakan jiwa. Petasan juga memahayakan jika terjadi kebakaran,” pungkasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook