Penukaran Uang Receh Maksimal Rp4 Juta

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:24:25 WIB   |  dibaca: 223 kali
Penukaran Uang Receh Maksimal Rp4 Juta

JUMPA PERS: (Kiri-kanan) Pimpinan Cabang BNI KCP Merak Donny Prilyawan, Kepala Tim Pengolahan Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Banten Albert Mario Davidson, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto, dan Area Head Bank Mandiri Area Cilegon Antariksa Gumelar saat menggelar konferensi pers layanan sistem pembayaran dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019, kemarin.

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten membatasi penukaran uang receh maksimal Rp4 juta per orang. Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, jumlah penukaran uang receh yang disediakan BI pada tahun ini turun sekitar Rp1,5 juta dari Rp5,5 juta per orang.

Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto mengatakan, pembatasan penukaran uang receh ini bertujuan agar semua masyarakat mendapat uang receh yang dibutuhkan saat lebaran Idul Fitri.“Agar setiap masyarakat yang memerlukan uang pecahan kecil dapat terlayani dengan baik maka untuk penukaran perorangan dibayasi dengan total Rp4 juta,” kata kata  Erry P. Suryanto saat menggelar Konferensi Pers Layanan Sistem Pembayaaran Dalam Rangka Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2019 di KPw BI Banten, Jumat (17/5).

Dari total Rp4 juta uang receh itu Erry merinci, uang pecahan Rp10 ribu sebanyak Rp2 juta, uang pecahan Rp5 ribu sebanyak Rp1 juta dan  uang pecahan Rp2 ribu sebanyak Rp1 juta.
“Adapun untuk kebutuhan pecahan lain akan kami layani sesui dengan persediaan,” katanya.

Untuk jumlah uang layak edar atau uang tunai, baik uang pecahan kecil (UPK) ataupun uang pecahan besar (UPB), yang disediakan BI dalam rangka memenuhi kebutuhan Ramadan/Idul Ftiri 1440 H sebesar Rp2,56 triliun.“Jumlah ini mengalami pertumbuhan sekitar 26 persen (yoy) dibandingkan periode tahun lalu dengan perkiraan kebutuhan penukaran masyarakat Rp21,340 milyar,” katanya.

Erry menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan uang tunai pecahan kecil selama Ramadan, BI telah menyiapkan 2.900 titik penukaran di seluruh Wialah NKRI termasuk daerah 3T (terdepan, terluar dan terpencil), terhitung mulai 6 Mei sampai dengan 31 Mei 2019.

“Khusus untuk di Provinsi Banten, kami menyiapkan 100 titk penukaran, yaitu 44 titik bersama dengan perbankan, serta dari 60 titi penukaran  melalui kantor perbankan yang ditunjuk  oleh masing-masing bank dengan waktu layanan yang telah ditentukan  maupun melalui kas keliling yang dilakukan oleh masing-masing bank,” katanya.

Dengan memperbanyak titik penukaran, BI mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi resmi untuk mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang.
“Kemudian, masyarakat juga kami imbau agar selalu memperhatikan cirikeaslian rupiah dengan dilihat, diraba, dan diterawang serta cara merawat rupiah dengan lima jangan (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dibasahi,” katanya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan uang receh saat hari Raya Idul Fitri, sejumlah lembaga perbankan seperti Bank mandiri, BNI dan BJB mengaku siap menyediakan layanan penukaran bagi masyarakat.

“Mengahadapi lebaran maupun selama Ramadan serta cuti bersama, maka sesuai yang telah disampaikan Bank Indonesia, dari Bank Mandiri akan melakukan aktifitas layanan berupa penukaran uang baru. Jadi secara prinsip disemua cabang Bank Mandiri itu bisa menerima penukaran uang baru. Karena memang dari pihak kita juga sudah kami siapkan,” katanya.

 Turut hadir pada saat konferensi pers, Kepala Tim Pengolahan Uang Rupiah dan  Operasional Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Banten Albert Mario Davidson, Area Head Bank Mandiri Area Cilegon Antariksa Gumelar, Manajer Supporting Kanwil IV bjb Sonny B. Hariadi dan Pimpinan Cabang BNI KCP Merak Donny Prilyawan. (ismet)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook