Setiap Ramadan Anjal Semakin Banyak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:32:35 WIB   |  dibaca: 126 kali
Setiap Ramadan Anjal Semakin Banyak

MARAK ANAK JALANAN: Anak jalanan (anjal) mengemis di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, belum lama ini. Memasuki pertengahan Ramadan ini, di jalur protokol maupun di perempatan-perempatan lampu merah di jalanan Kota Serang kini banyak pengemis.

SERANG- Setiap bulan Ramadan, anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ada di Kota Serang jumlahnya semakin banyak. Mereka biasanya mangkal di perempatan jalan yang memiliki traffic light atau lampu lalu lintas. Ada juga yang beredar ke pertokoan, bahkan keliling ke rumah-rumah warga.“Iya kalau anak jalanan memang setiap bulan Ramadan itu bukan mengurang, malah menambah,” ujar Walikota Serang Syafrudin, usai menghadiri bazar sembako murah di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Jumat (17/5).

Syafrudin menilai bahwa maraknya anjal dan gepeng di Kota Serang saat Ramadan bukan dari masyarakat Kota Serang, akan tetapi warga dari luar Kota Serang yang datang ke Kota Serang.“Saya kira anak jalanan ini bukan dari masyarakat Kota Serang. Kayaknya dari luar, dan kami tidak berharap kedatangan anjal di Kota Serang. Nanti saya koordinasi dengan Satpol PP untuk bisa mengawasi dan melarang kedatangan anjal di Kota Serang,” akunya.

Mengomentari hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Satpol PP Kota Serang Tubagus Yassin mengaku sudah sering melakukan penertiban dan patroli. Namun pihaknya kesulitan terkait hasil penangkapannya, karena di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang belum memiliki tempat pembinaan.“Untuk pengemis mudah diambil, mudah kita kasih binaan dan sulit untuk diarahkan ke dinsos, karena dinsos keterbatasan anggaran dan belum ada tempat untuk menampung pengemis dan gelandangan. Tetapi kita melakukan pembinaan,” ujar Yassin ditemui di ruang kerjanya.

Untuk penertiban anak jalanan (anak punk), sambung dia, pihaknya mengaku kesulitan karena ketika hendak ditertibkan, anak tersebut melakukan perlawanan. “Anak punk melawan. Kenapa melawannya, karena lahan mereka terganggu. Jadi kalau kita lewat mobil kita dilemparin batu dan ketika ditangkap melakukan perlawanan,” ucapnya.

Yassin juga menyebutkan, Satpol PP Kota Serang rutin melakukan penertiban dengan sistem patroli. Namun saat ini penindakan tersebut hanya bisa dilakukan pendataan dan pembinaan. “Kendalanya itu kita masih belum memiliki tempat penampungan. Kita hampir tiap hari penertiban dan memberikan pemahaman,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berencana jika gelandangan dan pengemis tersebut tertangkap, akan mengundang keluarganya. “Jadi si anjal dan si gepeng, tidak berlama-lama di sini (satpol PP). Minimal 6 jam dan maksimal 12 jam, jadi kita upayakan keluarganya membuat perjanjian,” ujarnya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook