Tiga Toko Kosmetik Digerebek Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:35:42 WIB   |  dibaca: 170 kali
Tiga Toko Kosmetik Digerebek Polisi

DIGEREBEK: Suasana salah satu toko kosmetik yang digerebek polisi karena menjual obat keras tanpa resep dokter, kemarin.

SERANG- Tiga toko kosmetik yang berada di wilayah Sempu, Kecamatan Cipocok; Royal dan Kelapa Dua, Kecamatan Serang, Kota Serang digerebek Ditrektorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Banten, Kamis (17/5) malam. Polisi mengamankan ratusan obat keras seperti Tramadol, Eximer Dexa Tramadol, Alpra Merci, Alpra Otto, Riklona dan Merlopam. Polisi juga mengamankan pemilik toko.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penggerebekan pertama di kios kosmetik pinggir jalan Sempu diamankan barang bukti berupa Tramadol 227 butir, Eximer 290 butir, Dexa Tramadol 53 butir, Alpra Merci 10 butir, Alpra Otto 5 butir, Riklona 2 butir, Merlopam 1 butir, uang penjualan sebesar Rp 1,6 juta, serta dua orang berinisi FS (28) dan YS (20).

Setelah itu, polisi kembali bergerak ke kios kosmetik di Jalan Kebun Sayur, kawasan Royal Kota Serang. Di sana polisi menemukan barang bukti berupa Eximer sebanyak 282 butir, Tramadol Dexa 30 butir, serta satu orang tersangka berinisial WH (20).

Tidak puas sampai di situ, polisi kembali bergerak ke Jalan Kelapa Dua Kota Serang. Di lokas itu tim menemukan barang bukti sebanyak 463 butir Tramadol, 500 butir Eximer, 600 butir Dexa Tramadol, 17 butir Alprazolam, dan 6 butir Riklona. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti uang penjualan Rp 950 ribu serta 1 orang tersangka berinisial MR (24).

Dirnarkoba Polda Banten Kombes Pol Yahanes Hernowo mengatakan, ketiga toko itu menjual obat daftar G tanpa resep dokter. Padahal obat jenis itu dapat dijual apabila sudah mendapatkan izin atau resep dari dokter. “Berkat informasi masyarakat, kita berhasil mengungkap kasus tersebut di tiga lokasi sekaligus," kata Yohanes kepada Banten Raya dijumpai di Mapolda Banten, Jumat (17/5).

Yohanes mengungkapkan, dari ke tiga toko kosmetik tersebut, anggotanya berhasil mendapatkan barang bukti ratusan obat-obatan keras jenis tramadol, serta uang yang diduga kuat merupakan uang hasil penjualan. "Kita juga mengamankan empat orang pelaku. Dua orang di lokasi pertama berinisal FS dan YS, satu orang berinisial WH di lokasi ke dua dan terakhir satu orang berinisial MR,"  ujarnya.

Lebih lanjut Yohanes mengungkapkan, empat pelaku dapat dijerat dengan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, serta pasal 196, 197, 196 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun. "Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook