Ramadan, Stok Darah Melimpah

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:49:54 WIB   |  dibaca: 219 kali
Ramadan, Stok Darah Melimpah

AKSI SOSIAL : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesal Rasyid sedang diperiksa tensi darah saat akan donor darah, Jumat (17/5).

KAB. TANGERANG - Stok darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UPD PMI) Kabupaten Tangerang aman. Jumlah yang tercatat pada Jumat (17/5) sebanyak 805 kantung, terdiri atas golongan darah A, B, AB, dan O.

Jumlah pendonor mengalami peningkatan selama bulan Ramadan. Sedangkan angka permintaan masih jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pendonor.Sekretaris PMI Kabupaten Tangerang, Anda Suhanda, mengatakan, partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah di bulan Ramadan ini terus mengalami peningkatan.

Selain menggalang dari masyarakat umum, pihaknya juga melakukan upaya transfusi secara mobile. Seperti ke masjid, pondok pesantren,  perguruan tinggi, sekolah, instansi swasta hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Antusias masyarakat untuk mendonorkan darah di bulan ramadhan ini luar biasa, rata-rata satu hari bisa mencapai 50 kantog,” kata Anda kepada wartawan disela-sela transfuri darah di Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (17/5).

Anda mengungkapkan, penyerapan darah dari sejumlah rumah sakit di Kabupaten Tangerang selama Ramadan ini memang tidak terlalu banyak. Dalam sehari, permintaan darah berkisar antara 40 hingga 50 kantong. Untuk itu, pihaknya tidak mau ambil risiko untuk terlalu banyak menampung stok darah. ”Di bulan ramadhan ini memang permintaan darah baik milik pemerintah dan swasta sedikit. Makanya, stok darah melimpah,” ungkapnya.

Menurut Anda, berdasarkan infomasi dari PMI Kota Tangerang, dan PMI Kota Tangsel permintaan darah dari rumah sakit swasta dan pemerintah cukup tinggi. Di dua kota tersebut, permintaan darah setiap hari bisa ratusan kantung. Namun masih bisa dicukupi oleh PMI setempat. ”Masa kedaluarsa darah itu 35 hari. Kalau stok banyak dan permintaan kurang, darah bisa rusak. Tidak bisa dipakai. Untuk itu, kami menjalin komunikasi dengan PMI Kota Tangerang dan Tangsel untuk meyampaikan stok darah, siapa tau mereka membutuhkan,” tuturnya.

Anda menjelaskan, tidak semua darah yang didonorkan diterima untuk disimpan ke lemari darah siap pakai, namun harus melalui proses karantina. Proses karantina itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya darah yang rusak dan tidak layak pakai. “Stok darah di kami sudah melalui proses karatina. Artinya, darah yang didonorkan tidak rusak,” tutupnya.

Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Zaenal Mutakin, menambahkan, Stok darah di UPD PMI Kabupaten Tangerang yang melimpah itu karena komitmen dari petugas untuk menjaga ketersedian darah, dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah di bulan ramadhan meningkat “Untuk menjaga ketersedian darah, kami membuka pelayanan di tempat-tempat ibadah dan mal. Memang peran serta masyarakat luar biasa,” singkatnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook