Gunung Kecakup Makin Rusak

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:52:55 WIB   |  dibaca: 221 kali
Gunung Kecakup Makin Rusak

RUSAK PARAH : Gunung Kecakup di Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara rusak parah akibat aktivitas pertambangan.

SERANG – Warga Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara mengeluhkan kerusakan Gunung Kecakup yang kondisinya semakin rusak parah akibat penambangan batu yang dilakukan oleh perusahaan penambangan. Selain menyebabkan Gunung Kecakup rusak, aktivitas penambangan juga merugikan masyarakat sekitar.

Faizullah, warga setempat mengatakan, Gunung Kecakup yang menjadi lokasi penambangan kini sudah terbelah. “Sekarang ini kondisinya sudah semakin parah. Bahkan dari Kota Cilegon daerah Kelurahan Pabean sudah terlihat jelas kerusakannya,” kata Faiz, Jumat (17/5).

Ia menuturkan, debu yang berasal dari Gunung Kecakup tersebut bertebaran ke rumah-rumah warga sehingga banyak masyarakat sering terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan yang sudah tidak terkendali tersebut. Sebenarnya banyak yang mengeluh tapi mereka tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

Faiz berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat mengambil tindakan dan mengeluarkan kebijakan terkait aktivitas penambangan tersebut, sehingga masyarakat bisa menikmati udara yang sehat. “Kalau ini dibiarkan terus saya tidak tahu nasib masyarakat di sini (Pengarengan-red) beberapa tahun ke depan karena sekarang ini kalau kita lewat debut terasa nempel di wajah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Gunung Kecakup merupakan lokasi penambangan Bravo 10 milik PT Batu Alam Makmur (BAM) yang memiliki beberapa lokasi penambangan. “Kalau bisa pihak-pihak terkait turun langsung ke Pengarengan untuk mengecek kondisi Gunung Kecakup. Kemudian Dinas Lingkungan Hidupnya juga harus melihat kondisi udara di sini,” katanya. (tanjung)   

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook