Warga Cikeusal Tolak Pembangunan Batching Plant

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 18 Mei 2019 - 11:53:58 WIB   |  dibaca: 313 kali
Warga Cikeusal Tolak Pembangunan Batching Plant

AKSI UNJUK RASA : Puluhan warga Cikeusal melakukan unjuk rasa menolak berdirinya batching plant di wilayah mereka, Kamis (16/5).

SERANG – Warga Kecamatan Cikeusal menolak proyek pembangunan batching plant di Kampung Seba, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal. Kamis (16/5), warga sudah turun ke jalan untuk mengaspirasikan penolakan tersebut. Warga menolak keberadaan batching plant karena dikhawatirkan akan menimbulkan polusi, kekeringan, dan menimbulkan kebisingan yang bisa mengganggu masyarakat sekitar.

Apipudin, warga setempat mengatakan, batching plant tersebut sebetulnya pemindahan dari Kecamatan Petir pada Desember tahun lalu yang juga ditolak oleh masyarakat sekitar. “Sudah ada kurang lebih lima bulan proyek ini berjalan, namun kita baru melakukan aksi karena kita harus melakukan kajian dulu,” kata Apipudin, Jumat (17/5).

Apip menuturkan, penolakan tersebut dipicu lantaran adanya kekhawatiran dari masyarakat akan adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari proyek tersebut. “Kalau proyek ini dibiarkan berlanjut pasti akan ada kebisingan dan polusi yang dirasakan masyarakat. Kemudian jalan Cikeusal ini kan sempit tapi karena adanya batching plant seringkali mobil yang membawa coran berceceran di jalan. Corannya diangkut untuk pembangunan tol Serang-Panimbang,” ujarnya.

Selain itu, lokasi batching plant tersebut juga lokasinya sangat berdekatan dengan pemukiman warga yang jaraknya hanya sekitar 25 meter. “Jadi bisa dipastikan kalau banyak mobil besar yang bolak balik di jalan Cikeusal yang lebarnya hanya lima meter juga akan menyebabkan kemacetan. Makanya aksi ini sebagai bentuk antisipasi dari kemungkinan-kemungkinan itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Apip mengungkapkan, dari awal, sosialisasi tidak pernah dilakukan pemilik perusahaan sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu dampaknya. “Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dan kemungkinan akan ada lagi aksi-aksi berikutnya. Masyarakat menuntut agar batching plant tersebut ditutup. Kita juga sudah menyampaikan keberatan ini Pemda Serang dan Provinsi,” katanya.

Sementara itu, Camat Cikeusal Iman Saiman membantah jika masyarakat Kampung Seba, Desa Cikeusal melakukan penolakan. Pasalnya, selama ini masyarakat sudah melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan. “Jadi yang aksi itu kebanyakan bukan warga Cikeusal, makanya kita hanya memantau aksi kemarin (16/5) agar tidak anarkis,” ujar mantan Sekretaris KPU Kabupaten Serang itu. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook