Jakarta Siaga 1

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 22 Mei 2019 - 14:57:14 WIB   |  dibaca: 342 kali
Jakarta Siaga 1

DIPERIKSA : Tim gabungan TNI dan Polri mengecek pengendara yang melintas mengantisipasi gerakan people power di Jalan Raya Pandeglang-Serang, Senin (20/5) malam

JAKARTA - Paska penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (21/5) dini hari, Jakarta ditetapkan Siaga 1. Jumlah aparat gabungan TNI-Polri ditambah menjadi 1.000 personel untuk pengamanan Istana Bogor, yang menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo.

Status Siaga 1 untuk Jakarta dibenarkan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Status Siaga 1 ditetapkan sejak KPU mengumumkan hasil Pemilihan Umum 2019. Pemberlakukan Status Siaga 1 dipicu karena kuatnya dugaan aktivitas kelompok terorisme akan beraksi pada 22 Mei 2019 nanti. "Ya antara lain itu. Juga dalam rangka menjamin keamanan Jakarta," kata Dedi, kemarin.

Status Siaga 1 di Ibu Kota Jakarta ditetapkan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian bernomor 281/V/OPS.1.1.1/2019. Surat ditandatangani Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Martuani Sormin yang diedarkan pada Senin 20 Mei 2019.

Surat itu merujuk pada Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, rencana operasi Mantap Brata 2018, hasil rapat koordinasi Kapolri, dan perkembangan situasi.

Status siaga I sendiri merupakan situasi di mana pihak kepolisian menugaskan 2/3 kekuatannya dan meningkatkan kewaspadaan. Polri menetapkan status siaga I berlangsung selama lima hari mulai dari 21 Mei hingga 25 Mei 2019.

Sementara itu di Istana Bogor, Jawa Barat, tempat Presiden Joko Widodo tinggal pengamanan diperketat. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi jelang aksi 22 Mei 2019 paska penetapan hasil Pemilu.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan, pengamanan akan dilakukan hingga Oktober 2019 atau sampai dengan pelantikan pasangan terpilih. "Istana bogor kita lakukan pengamanan tambah tebal, bahaya. Pasukan gabungan TNI-Polri sekitar 1.000 lebih ditempatkan di titik simpul secara taktis," ucap Hendri, usai memimpikan Apel Pengamanan Hasil Rekapitulasi Pemilu, di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa (21/5).

Hendri menyebut, meski pergerakan massa mengarah ke Jakarta, namun pihaknya tak ingin kecolongan dan akan tetap meberlakukan pengamanan prioritas di Bogor. Alasannya, karena Bogor adalah kota penyangga Ibu Kota."Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi isu-isu adanya gerakan tur jihad, people power," katanya.

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dengan tegas menolak hasil Pilpres 2019. Alasannya, pemilihan presiden 2019 yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut penuh dengan kecurangan. Prabowo-Sandiaga Uno akan mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari. Paslon 02 merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan. Kami akan terus melakukan seluruh upaya hukum sesuai konstitusi. Ini dilakukan dalam rangka membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada pemilu 2019," tegas Prabowo di Kertanegara, Jakarta , Selasa (21/5).

Mantan Danjen Kopassus itu menyebut, dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 sudah disampaikan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei lalu. Saat itu, Prabowo menegaskan sudah menolak penghitungan perolehan suara di Pilpres 2019 yang bersumber dari kecurangan.

"Kami telah menyampaikan untuk memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses. Sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil. Namun, hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan KPU memperbaiki proses tersebut," papar Prabowo.

Seperti diketahui, dalam pleno rekapitulasi hasil suara nasional Selasa (21/5) dini hari, KPU menetapkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional, yakni 154.257.601 suara. Sementara jumlah suara sah pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

KPU sendiri akan menetapkan presiden-wapres terpilih pada 24 Mei bila tak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu punya batas waktu 3x24 jam setelah penetapan rekapitulasi hasil suara nasional. "Kami menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat, relawan pendukung, dan simpatisan paslon 02 untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai berakhlak dan konstitusional," terang Prabowo.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten serta jajaran polres menggeledah kendaraan yang diduga akan mengikuti gerakan people power di sejumlah pintu masuk Tol Tangerang-Merak. Kapolres Serang Kota AKBP Firman Afffandi mengatakan, Senin (20/5) malam hingga Selasa (21/5) dini hari, Polres Serang Kota melakukan razia di dua pintu tol yaitu pintu tol Serang Barang dan Pintu Tol Serang Timur."Kami fokus melakukan pemeriksaan, mengantisipasi adanya senjata tajam," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Firman, dalam razia yang dilaksanakan di gerbang tol Serang Barat didapatkan sebanyak 14 mobil terdiri dari 10 mobil jenis elf dan 4 mobil minibus. Namun, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan benda mencurigakan."Namun demikiam sudah kita geledah hasilnya tidak ditemukan barang-banrang mencurigakan atau berbahaya. Sehingga kita persilakan lanjut perjalanan ke Jakarta," ujarnya.

Firman memprediksi ada sekitar 100 orang di dalam kendaraan elf yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten seperti dari Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang bahkan ada dari Lampung, Sumatera."Dari Lampung berdasarkan informasi sekitar lima orang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka kumpul di Serang berangkat ke Jakarta bersama-sama," ujarnya.

Lebih lanjut, Firman menambahkan, selain di gerbang tol Serang Barat, petugas kepolisan juga melakukan razia di Gerbang Tol Serang Timur dengan target pemeriksaan penumpang bus. "Kami juga menghimbau kepada warga yang berangkat ke aksi 22 Mei agar menaati hukum dan mengikuti ketetapan hukum serta tidak melakukan hal-hal yang tak diperlukan," tambahnya.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, Polda Banten mengirimkan 100 personel untuk membantu pengamanan di Jakarta. "Tidak ada (penyekatan), kami tetap menjalankan kegiatan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," katanya.

Terpisah, tim gabungan Polres dan Kodim 0601 Kabupaten Pandeglang menggelar operasi cipta kondisi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pandeglang, Senin (20/5) malam. Dalam operasi itu petugas melakukan pemeriksaan sejumlah kendaraan yang melintas untuk diberikan imbauan. "Kita fokuskan pada barang bawaan, seperti sajam (senjata tajam).

Jika ditemukan langsung diamankan. Dengan membawa alat yang terlarang dapat dikenakan pidana lantaran masuk dalam pelanggaran hukum jadi harus ditindak," kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono.

Dari hasil operasi itu, kata Kapolres, petugas mengamankan beberapa kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. "Memang kita tidak bisa melarang apabila ada warga yang akan bergerak ke Jakarta. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dan mencegah terjadi kerawanan yang terjadi di Pandeglang," katanya. (fin/darjat/yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook