Walikota: Paket Sembako Murah Sebenarnya Gratis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Mei 2019 - 12:29:18 WIB   |  dibaca: 136 kali
Walikota: Paket Sembako Murah Sebenarnya Gratis

GRATIS: Walikota Serang Syafrudin menyerahkan paket sembako kepada wanita jompo pada bazar pasar murah yang dihelat di Lingkungan Sumur Putat, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, kemarin.

SERANG- Paket sembilan bahan pokok (sembako) murah yang dijual oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Serang kepada masyarakat sebenarnya digratiskan. Hal itu dikatakan Walikota Serang Syafrudin usai mengikuti bazar pasar murah di Lingkungan Sumur Putat, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (22/5) sore sekitar pukul 15.30.

“Jadi sebenarnya bazar ini hanya diambil sebagian kecil 10 persen kurang. Dari harga Rp 115.000 per paket sembako ditebus oleh warga Rp 10.000. Itu untuk administrasi kelengkapan saja. Sebenarnya yang Rp 10.000 itu untuk kantong, untuk pengepakan, dan lain sebagainya. Jadi itu sebenarnya gratis,” kata Syafrudin kepada Banten Raya.

Hanya memang, lanjut dia, prosesnya dikerjakan oleh para ahli dibidangnya yang bukan dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS).“Artinya petukang-petukang yang bukan PNS. Itu buat upah saja. Kalau bicara gratis ya gratis. Hanya memang seperti itu. Tidak mungkin kalau umpamanya kalau kita gratiskan beras dibagi beras. Minyak dibagi minyak. Kan agak repot jadi ga ada yang ngepak,” ucap dia.

Syafrudin menjanjikan tahun depan akan menambah anggaran untuk program bazar pasar murah, sehingga paket sembako murah yang semula hanya 500 paket per kecamatan menjadi 1.000 paket sembako untuk satu kelurahan satu kecamatan.“Insya Allah tahun depan sekarang ini satu kecamatan baru 500 paket sembako untuk satu kelurahan. Jadi 1.000 paket sembako. Insya Allah tahun depan anggaran pun akan ditambah,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono menjelaskan, bila paket sembako digratiskan tidak mendidik masyarakat, sehingga masyarakat inginnya disuapin. Yang kedua, lanjut dia, pihaknya ingin melihat selisih dari kemampuan Pemkot Serang dengan disparitas harga yang terjadi.“Karena kan anggaran yang disusun sekarang untuk tahun ini untuk tahun depan. Mungkin hari ini harga beras Rp 2.000 siapa taun besok Rp 2.200. jadi kenapa harus ada tembusan itu untuk mengejar spekulan,” ujar Yoyo.

Kalau untuk item, sambung Yoyo, penambahan target sasarannya dari 500 paket menjadi tambah berapa dan tidak hanya satu kelurahan. “Hasil akhirnya bagaimana itu tergantung Badan Anggaran DPRD Kota Serang,” tutupnya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook