Satpol PP Sita Rice Cooker di Warteg

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Mei 2019 - 12:30:44 WIB   |  dibaca: 253 kali
Satpol PP Sita Rice Cooker di Warteg

DISITA: Satpol PP Kota Serang merazia rice cooker warteg yang buka pada siang hari pada bulan Ramadan di Kota Serang, kemarin.

SERANG- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang merazia alat memasak nasi (rice cooker) di warung tegal (warteg) di Kota Serang yang kepergok melayani pembeli pada siang hari pada bulan Ramadan, Rabu (22/5).

Pantauan Banten Raya di lokasi sekitar pukul 12.00, pertama aparat Satpol PP menggerebek Warteg Bahari di Jalan Ciwaru. Di warteg milik Kasyoto ini, pasukan Satpol PP menyita rice cooker berwarna silver.

Sementara di Warteg Mulyadi milik Ani di Jalan Raya Serang-Pandeglang, tepatnya di Lingkungan Sempu, anggota Satpol PP mendapati dua orang laki-laki tengah berada di dalam warteg. Terpaksa Satpol PP merazia rice cooker berwarna merah. Ani sempat merengek-rengek kepada petugas agar rice cooker miliknya tidak dirazia oleh Satpol PP.

“Tolong Pak, anak saya yang usia 8 tahun baru saja meninggal dunia. Tolong jangan dibawa rice cookernya. Nanti saya masak pake apa?” ujar Ani memohon kepada aparat Satpol PP yang merazia rice cookernya berwarna merah.

Huzaeni, salah seorang petugas Satpol PP Kota Serang yang menindak mengatakan bahwa pengambilan aset masak milik Ibu Ani sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah melanggar perda nomor 2 tahun 2010 tentang penyakit masyarakat.

“Kita tidak melarang ibu untuk berjualan. Hanya saja aturan bukannya harus sesuai peraturan dan surat edaran pemkot yang sudah kita tempelkan di warteg ini, yaitu jam 4 sore itu pun hanya melayani pembeli untuk dibungkus bukan melayani untuk makan di warteg ibu,” ungkap Huzaeni.

Kepala Satpol PP Kota Serang Tb Yassin, mengatakan pihaknya merazia rice cooker sebagai alat bukti bahwa dua warteg yang dirazia tersebut telah melanggar peraturan pekat nomor 2 tahun 2010 dan surat edaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

“Maksudnya kita bawa magic com itu ke kantor supaya pemiliknya hadir ke kantor. Dan pemilik warteg itu mendatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali buka pada siang hari dan mengindahkan peraturan pekat nomor 2 tahun 2010 dan surat edaran dari Pemkot Serang,” kata Yassin, ditemui di ruang kerjanya di kantor Satpol PP Kota Serang, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Ia menyebutkan, hingga hari ke-17 Ramadan, pihaknya telah berhasil merazia 12 warteg yang tersebar di Kota Serang mulai dari wilayah utara yakni Ayip Usman, wilayah timur yaitu Kalodran-Terminal Pakupatan, wilayah selatan KP3B-Cipocokjaya, dan wilayah barat Jalan Lingkar Selatan, Kepandean, dan Legok.

“Sanksinya sama kita masih beri surat peringatan dan membuat surat pernyataan. Kalau masih membandel lagi baru kita peringatan yang kedua, dan peringatan yang ketiga kita berikan sanksi sesuai peraturan daerah nomor 2 tahun 2010,” ucap dia.

Yassin menjanjikan pihaknya akan kembali melakukan patroli dan razia bila ternyata masih ada warteg yang kedapatan buka pada siang hari selama Ramadan 2019. “Sampai Lebaran H-3. Karena masih bulan suci Ramadan dan kita menegakkan perda,” tegas dia. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook