Belasan Rumah Terancam Longsor

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Mei 2019 - 12:32:15 WIB   |  dibaca: 241 kali
Belasan Rumah Terancam Longsor

RETAK: Warga memeriksa retakan tembok rumah mereka di Safira yang diduga terdampak pengerukan tanah Perum Sepang Mountain, Rabu (22/5).

SERANG- Warga Kompleks Safira mengeluhkan aktivitas pengerukan yang dilakukan pengembang Sepang Mountain yang bersebelahan dengan perumahan tersebut. Sebab pengerukan dilakukan persis di belakang rumah warga, sehingga warga khawatir rumah mereka akan amblas bila terjadi pengikisan lahan.

Ade Yakob, salah seorang warga Safira mengatakan, aktivitas pengerukan yang dilakukan oleh pengembang Sepang Mountain sangat mengkhawatirkan warga sebab pengerukan itu persis berada di belakang rumah warga. Bahkan ada beberapa rumah yang tanah di belakangnya dikeruk sekitar 2 meter sehingga berpotensi menyebabkan longsor.

Adapun warga yang rumahnya terdampak sekitar 14 rumah. Aktivitas pengerukan sudah dilakukan sekitar 3 bulan yang lalu. Warga juga sudah beberapa kali mendatangi pengembang dan meminta dibangun tembok penahan tanah setinggi lahan yang dimiliki warga. Warga menilai seharusnya setelah melakukan pengerukan langsung dibangun tembok penahan tanah. "Kalau ini enggak langsung ditinggal aja," kata Ade, Rabu (22/5).

Ade mengatakan bahwa seharusnya pihak pengembang Sepang Mountain berinisiatif langsung membangun tembok penahan tanah tanpa terlebih dahulu menunggu adanya konflik. Sementara yang terjadi saat ini warga Safira, terutama RT 04, sangat khawatir dengan adanya aktivitas pengerukan tanah tersebut. Pengembang seharusnya bisa melakukan antisipasi temukan seperti menunggu datangnya musibah terlebih dahulu baru kemudian mengatasinya. "Kalau ini seolah seperti menunggu datangnya musibah dulu," katanya.

Ade mengungkapkan bawa kemarin warga telah mendatangi pihak pengembang Sepang Mountain dan meminta pengembang membangun tembok penahan tanah. Namun pengembang beralasan tidsk bisa karena mendekati hari raya Idul Fitri. Karena itu warga memberikan tenggat waktu sampai tanggal 15 Juni tembok kenangan tanah harus sudah dibangun oleh pengembang.

Heriyanto, warga lain mengaku bangunan rumahnya memang retak dan diduga akibat pengerukan tanah. Sebelumnya tembok rumah miliknya memang sudah retak namun hanya retak kecil. Sesudah adanya pengerukan tanah di belakang rumahnya retakan di dinding rumahnya semakin besar sehingga mengkhawatirkan. Kalau saja setelah digali pengembang langsung membuat tembok penahan tanah ia yakin keretakan di rumahnya tidak akan sebesar saat ini. "Getaran alat berat dan lokasi pengerukan di belakang rumah membuat keretakan jadi semakin besar," katanya.

Ade juga menyayangkan tidak adanya komunikasi dari pihak pengembang kepada warga yang terdampak. Bahkan pernah satu warga menghentikan aktivitas pengerukan karena tidak mengetahui akan adanya pengerukan lahan untuk perumahan sepang mountain.

Humas Perumahan Sepang Mountain Residence Fuzi mengatakan pihaknya akan merealisasikan keinginan warga yang terdampak pengerukan tanah yang berhimpitan dengan perumahan Safira. Ia berjanji akan membangun TPT sesuai keinginan warga  di sepanjang belakang rumah yang terdampak pengerukan tanah. "Nanti sekitar  tanggal 10-15 Juni setelah Lebaran sudah ada persiapan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dengan menggunakan batu kali," ujarnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook