Pemasok 63.000 Ekstasi Divonis Seumur Hidup

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 23 Mei 2019 - 12:52:34 WIB   |  dibaca: 247 kali
Pemasok 63.000 Ekstasi Divonis Seumur Hidup

SIDANG: Terdakwa Ahmad Sofian sebagai pemasok 63.573 butir ekstasi yang ditangkap di Cilegon mendengarkan pembacaan vonis dari majelis hakim PN Serang, Rabu (22/5).

SERANG- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang memvonis dua terdakwa kasus kepemilikan 63.573 butir ekstasi yang ditangkap di Hotel Dinasty Cilegon pada September 2018 lalu dengan hukuman seumur hidup, Rabu (23/5).

Dua terdakwa yaitu Ahmad Sofian alias Meeng alis Kemed sebagai pemasok 63.573 butir ekstasi, dan Ardi Dwiyana, kurir narkoba tersebut menjalani persidangan dalam berkas perkara terpisah di Pengadilan Negeri Serang.

Dalam sidang terakhir dengan agenda pembacaan vonis, majelis hakim yang diketuai Erwantoni menyebut kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Sofian dengan pidana sumur hidup, dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ardi Dwiyana dengan pidana penjara selama 20 tahun dikurangi masa tahanan dengan perintah tetap ditahan," kata Erwantoni kepada kedua terdakwa disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kota Cilegon Sudiono.

Menurut Erwantoni, dalam pertimbangan putusan itu ada hal hal yang memberatkan terhadap dua terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan pemberantasan narkoba, dan pernah dihukum. Sedangkan yang meringankan yaitu terdakwa masih muda sehingga bisa memperbaiki hidup, satu-satunya tulang punggung keluarga.

 "Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU, sebelumnya terdakwa Ahmad Sofian dituntut mati oleh penuntut umum, begitu pula dengan terdakwa Ardi Dwiyana divonis lebih ringan sebelumnya dituntut seumur hidup," ujarnya.

Berdasarkan fakta persidangan, peredaran narkoba tersebut bermula pada 28 September, terdakwa Ahmad Sopian menerima panggilan telepon dari saksi Koko (masuk daftar pencarian orang) dengan menggunakan nomor rahasia, untuk mencari orang yang bisa mengambil ekstasi.

Esok harinya pada 29 September, Ahmad Sofian menghubungi Ardi Dwiyana untuk memerintahkan ke lobi Hotel Dinasty mengambil kunci dengan kode AC 19. Setelah menerima kunci, Ardi menuju kamar 225 hotel Dinasty untuk mengambil paket tas yang berisi 13 bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 63.573 butir.
 
Selanjutnya, Ardi Dwiyana mendapat upah sebesar Rp 5 juta. Namun baru diberikan oleh Ahmad Sofian sebesar Rp 500 ribu. Sebelum mengamankan keduanya, anggota tim Badan Nasional Narkotika (BNN) RI dan Tim Spamad Angkatan Darat lebih dahulu melakukan penangkapan terhadap oknum TNI berinisial RM dan ED di pul Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), di wilayah Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Kedua oknum TNI itu dituntut dalam perkara koneksitas atau suatu perbuatan pidana dilakukan oleh militer secara bersama-sama dengan masyarakat sipil.Saksi ED dan saksi RM diperintah Juliawan (daftar pencarian orang) untuk diantarkan kepada seorang kurir di Hotel Dinasty.

Menyikapi vonis majelis hakim tersebut, kedua terdakwa Ahmad Sofian dan Ardi Dwiyana maupun JPU Kejari Cilegon, menyatakan pikir pikir atas putusan itu."Pikir-pikir yang mulia," kata ketiganya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook