Azis Pamit Untuk Menengok Saudaranya

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 23 Mei 2019 - 13:17:06 WIB   |  dibaca: 300 kali
Azis Pamit Untuk Menengok Saudaranya

BERDUKA : Bupati Irna Narulita didampingi Forkopimda bertakziah ke keluarga Abdul Azis, Rabu (22/5)

CIMANUK - Abdul Azis (27) warga Kampung Rocek Barat, RT 12 RW 04, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang yang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu Jakarta, Rabu (22/5) dini hari, awalnya pamit untuk menengok kakak kandungnya bernama Anjas yang tinggal di Jakarta.

"Anak saya memang sebelumnya sudah izin mau pergi ke Jakarta. Tapi dia bilangnya mau nengok dulur (saudara-red) di Jakarta. Saya juga tidak tahu kalau dia mau ikut demo ke Jakarta," kata Johani (43), ayah korban ditemui di rumahnya, kemarin.

Enjoh panggilan akrabnya mengatakan, anaknya berangkat ke Jakarta dengan membawa bekal uang Rp200 ribu. "Dia berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi, dia bilang berangkat sendirian," ujarnya. Menurutnya, anaknya berangkat dari rumah sehat walafiat karena tidak memiliki riwayat sakit. Bahkan, pihaknya mengklaim anaknya tidak pernah sakit. "Azis gak punya riwayat sakit, enggak pernah sakit dia mah orangnya," ungkapnya.

Jenazah tiba sekitar pukul 18.35 WIB tadi malam dan disambut ratusan warga yang hadir bertakziah. Kedua orangtua korban tampak tak kuasa menahan kesedihan ketika mendengar kabar anak ke-3 dari ke 13 saudara itu meninggal dunia saat aksi menolak keputusan KPU di Jakarta.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono berkunjung ke rumah duka setelah mendengar kabar tersebut. "Untuk kejadian ini sedang ditangani oleh rekan-rekan kepolisian di Jakarta sedang dilakukan penyelidikan untuk mengetahui ada penyebab kematian, kejadian dan lokasinya dimana. Sekarang lagi didalami," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Irna Narulita bersama Forkopimda Pandeglang menggelar silaturahmi bersama para ulama di Pendopo Pandeglang menyikapi warga Kecamatan Cimanuk yang meninggal pada aksi demo di Jakarta. Irna merasa prihatin atas musibah yang menimpa warganya. "Saya merasa prihatin dan berduka sangat dalam karena rakyat kami. Semoga keluarga korban diberi ketabahan. Nanti kami akan bertakziah ke rumah duka," katanya.

Dijelaskannya, dari informasi yang pihaknya terima ada ratusan warga Pandeglang yang masih berada di Jakarta. Irna mengimbau mereka agar segara pulang ke rumahnya masing-masing. "Informasi ada sebanyak 200 masyarakat yang ikut berangkat ke Jakarta. Dari semalam saya khawatir dan merasa was-was. Khawatir ada yang sakit di perjalanan, khawatir bentrok dan ternyata kekhawatiran itu terbukti. Saya berharap mereka bisa secepatnya pulang ke Pandeglang," jelasnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook