Pendapatan Neto Indocement Naik Rp3,7 T

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 24 Mei 2019 - 10:41:53 WIB   |  dibaca: 161 kali
Pendapatan Neto Indocement Naik Rp3,7 T

RUPST : Komisaris Utama PT Indocement, Kevin Gluskiesaat saat RUPST PT Indocement, di Jakarta, kemarin.

CILEGON - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah selesai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018 di Jakarta, Selasa (21/5) lalu.
Pada RUPST itu, telah disetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2018 sebesar Rp1.145.937.262.739 untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan.

RUPST juga menyetujui untuk mengambil Rp878.740.171.711 atau sebesar 4,74 persen dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya tersebut untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan. Sehingga besarnya dividen yang diterima oleh pemegang satu saham adalah Rp550.

Direktur Utama PT Indocement, Christian Kartawijaya, mengatakan, PT Indocement telah membukukan volume penjualan semen domestik sebesar 4,2 juta ton pada triwulan pertama tahun 2019 atau turun sebesar 1,2 persen (49 ribu ton) lebih rendah dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, permintaan semen domestik nasional juga turun sebesar 0,4 persen sehingga mengakibatkan pangsa pasar Perseroan menurun sedikit dari 26,4 persen di Kuartal I tahun 2018 menjadi 26,2 persen pada Kuartal I tahun 2019.

"Untuk memenuhi kebutuhan Klinker domestik, Perseroan meningkatkan penjualan klinker domestik sebesar 63,1 persen lebih tinggi daripada tahun lalu, yaitu dari 195 ribu ton di Kuartal I tahun 2018 menjadi 319 ribu ton pada Kuartal I tahun 2019. Secara keseluruhan, total penjualan Perseroan pada Kuartal I tahun 2019 naik sebesar 2,4 persen menjadi 4,5 juta ton (Kuartal I tahun 2018: 4,4 juta ton-red)," katanya.

Dengan demikian, lanjut Christian, pendapatan neto Perseroan meningkat sebesar 8,5 persen menjadi Rp 3,7 triliun (Kuartal I tahun 2018: Rp 3,4 triliun-red) didorong oleh peningkatan harga jual sebesar 6,0 persen dan juga ditopang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 2,4 persen.

"Untuk mengimbangi peningkatan biaya produksi karena kenaikan harga beli batubara, bahan bakar, dan biaya pengepakan, juga melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika pada tahun 2018, maka Perseroan menaikkan rata-rata harga jual di seluruh Indonesia. Rata-rata harga jual naik sejak Kuartal III dan Kuartal IV tahun 2018 dan tetap stabil di Kuartal I tahun 2019," ujarnya.

Sementara itu, Corporate Finance Manager PT Indocement David Halim menyatakan, pada periode Kuartal I tahun 2019, perseroan membukukan posisi kas bersih dimana kas dan setara kas sebesar Rp7,0 triliun. Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasional dan upaya manajemen untuk meningkatkan modal kerja merupakan kunci untuk mempertahankan neraca yang kuat. Dengan neraca yang kuat dengan tanpa utang pada Bank, perseroan akan siap menghadapi kompetisi di pasar semen yang sangat ketat di tahun 2019.

"Biaya-biaya produksi kami diperkirakan akan membaik dikarenakan penguatan rupiah dan penurunan harga batu bara serta minyak di semester I tahun 2019. Efisiensi di segala bidang untuk menekan biaya produksi akan terus dilakukan oleh perseroan di antaranya dengan mengoperasikan pabrik terbaru dan paling efisien (P14) dengan kapasitas sebesar 4,4 juta ton di Citeureup secara penuh sehingga mampu menekan biaya sebesar USD7-8/ton dibandingkan dengan pabrik yang lebih tua," jelasnya.

David menambahkan, pemakaian bahan bakar alternatif juga terus dilakukan untuk menekan biaya energi dari pemakaian batubara."Di samping itu Perseroan akan memperoleh efisiensi dari biaya logistik dan distribusi dengan telah beroperasinya secara penuh dua terminal semen terbaru di Palembang dan Lampung," tuturnya. (danang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook