PDIP Ungkap Kejanggalan Pemilihan Ati

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 24 Mei 2019 - 10:44:09 WIB   |  dibaca: 156 kali
PDIP Ungkap Kejanggalan Pemilihan Ati

KETERANGAN PERS : Eks Anggota Panlih Wakil Walikota Cilegon, Nana Sumarna didampingi Ketua Fraksi PDIP Yusuf Amin dalam konfrensi pers, Kamis (23/5).

CILEGON – Kekisruhan pemilihan wakil walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati terus bergulir. Eks Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil walikota Cilegon, Nana Sumarna yang menjadi perwakilan dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) menyangkal pihaknya tidak melakukan protes terhadap proses verifkasi berkas wakil walikota oleh panlih, yang dinilai janggal.

Nana yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon itu menyatakan, jika proses verifikasi tidak pernah dilakukan oleh panlih. “Saya sudah sampikan dengan keras kepada panlih yang lain. Harus ada verifikasi berkas untuk memastikan kedua calon sudah mendapatkan rekomendasi dari partai pusat masing-masing,” katanya saat menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya, Kamis (23/5).

Bukan hanya tahapan verifikasi saja, kata Nana, tahapan lainnya juga tidak dilakukan dengan baik dan sesuai aturan oleh panlih. Dirinya sudah memprotes dengan keras kepada sejumlah anggota panlih, namun karena adanya unsur politis dan kepentingan dalam pemilihan itu, maka protesnya tidak digubris.“Ini seperti pesan. Sebab, tidak ada tahapan yang dijalankan oleh Panlih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Yusuf Amin membantah jika PDI Perjuangan hanya membuat keadaan gaduh dan lelucon dengan rencana gugatan terkait pemilihan wakil walikota itu. PDI Perjuangan, kata Yusmin- panggilan Yusuf Amin, hanya menyampaikan kepada masyarakat jika ada hal yang inkonstitusional atau cacat hukum terhadap pemilihan wakil walikota.“Masyarakat harus dicerdaskan, PDI Perjuangan ingin membuat warga cerdas, ini ada tatacara yang dilanggar,” singkatnya.

Eks Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota Cilegon, Sihabudin Syibli saat dikonfirmasi membenarkan adanya protes dari PDI Perjuangan soal verifikasi berkas calon wakil walikota. Sihab -panggilan akrab Sihabudin Syibli, mengakui, proses verifikasi tidak sesuai jadwal dan tidak dihadiri oleh seluruh anggota Panlih, serta mendapat protes dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Apa yang disampaikan salah satu anggota Panlih (Nana Sumarna-red) benar. Soal jika verifikasi dilakukan tidak sesuai jadwal iya, yaitu maju sehari dari waktu yang ditentukan dan dijadwalkan, serta tidak lengkap anggota panlih yang hadir," katanya yang tidak merinci waktu serta siapa saja yang hadir dan tidak dalam verifikasi berkas.

Saat ditanya soal keabsahan terpilihnya Ratu Ati Marliati tanpa disertai rekomendasi dari DPP Golkar sebagaimana tudingan PDIP, Sihab yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon itu hanya menjawab bahwa jadwal verifikasi dimajukan tanpa sepengetahuannya dirinya sebagai ketua panlih."Saya tidak mau bohong, saya benarkan apa yang disampaikan (Nana Sumarna-red), soal jadwal verifikasi dan protes dari PDI Perjuangan, itu saja yah. Intinya saya hanya membenarkan saja jika ada protes, selebihnya tanyakan kepada Pansus," paparnya.(uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook