Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Bakal Jadi Percontohan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 24 Mei 2019 - 10:45:44 WIB   |  dibaca: 190 kali
Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Bakal Jadi Percontohan

FGD : Suasana FGD persiapan pembentukan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (23/5).

CILEGON - Kota Cilegon sebagai kawasan industri menjadi percontohan pembentukan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan. Kota Cilegon ditunjuk oleh Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) dari lima kota/kabupaten se-Indonesia sebagai percontohan.

Asisten Deputi (Asdep) Bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kemen-PPPA, Rafail Walangitan menjelaskan, Kota Cilegon sebagai kawasan industri dengan jumlah tenaga kerja perempuan yang cukup banyak dipilih menjadi pilot project dari 4 kawasan lainnya, yaitu Kawasan Brikat Nusantara Cakung, Kawasan Industri Cakung, Kawasan Industri Pasuruan dan Kawasan Industri Karawang.

"Bulan lalu kami sudah bertemu dengan sejumlah pihak industri, khususnya KIEC, sekarang ini tinggal pemantapan dan masukan berbagai hal sebagai SOP (Standar Operasional Prosedur) Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan," katanya saat menggelar Focus group discussion  (FGD) di salah satu hotel, Kamis (23/5).

Rafail menyatakan, secara teknis berbagai hal sudah disipakan, termasuk SOP. Namun, untuk lebih memantapkan berbagai teknis lainnya, maka dibutuhkan masukan dari setiap perwakilan dalam FGD. Sebab, perwakilan dari unsur serikat buruh, aktifis perempuan atau LSM, serta dari perusahaan penting untuk memperkaya berbagai SOP nantinya. “Sudah disipakan secara teknis, namun perlu tetap ada masukan, sehingga pada pertemuan berikutnya sudah bisa direalisasikan untuk Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Banten, Sitti Maani Nina menyatakan, dengan adanya Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di Kota Cilegon, diharapkan pelindungan perempuan dari kekerasan seksual dan kekerasan lainnya bisa meningkat, sehingga angka yang terjadi bisa semakin menurun di Kota Cilegon, terutama di Provinsi Banten.

“Peran penting bukan hanya pemerintah saja. Namun pihak industri juga dalam mememberika perlindungan kepada perempuan, khususnya pekerja, sehingga diharapkan kampanye terus dilakukan,” ungkapnya.

Nina -panggilan akrab Sitti Maani Nina, menjelaskan, secara jumlah sebenarnya, pekerja perempuan lebih banyak berada di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tanggerang. Sebab, dikedua daerah tersebut banyak sekali pabrik-pabrik garmen atau padat karya, sehingga diharapkan kementeria bukan membuat Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan di Kota Cilegon saja.“Ada 1 pabrik itu di Kabupaten Serang sekitar 30 ribu pekerjanya perempuan. Kedepan kami harapkan bisa juga menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengapresiasi dengan adanya pembantukan  Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan. Hal tersebut diharapkan bisa mengurangi adanya kekerasan perempuan di Kota Cilegon, khususnya pekerja perempuan.“Kami harap ini bentuk upaya dalam rangka menurunkan angka kekerasan kepada perempuan, khususnya yang bekerja di industri,” singkatnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook