Aplikasi Android untuk Program Latihan

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Jumat, 24 Mei 2019 - 11:05:19 WIB   |  dibaca: 182 kali
Aplikasi Android untuk Program Latihan

FOTO BERSAMA : Pengurus KONI Banten bersama narasumber berfoto bersama usai menggelar seminar pengembangan prestasi olahraga berbasis iptek.

SERANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten melalui bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) akan menerapkan aplikasi berbasis android untuk program latihan atlet. Hal ini sebagai upaya KONI Banten untuk lebih meningkatkan prestasi atlet menuju Pra PON 2019 dan PON XX 2020 di Papua.

Hal tersebut terungkap oleh Ketua Bidang Litbang KONI Banten Suherna pada acara seminar pengembangan olahraga prestasi berbasis iptek yang diselenggarakan di Aula KONI Banten, Kamis (23/5). Ia mengatakan, acara ini merupakan upaya bidang litbang untuk mengembangkan keolahragaan di Banten, sehingga kita lebih menggalai serta mengkaji bagaimana cara yang lebih pas untuk pelatih cabor untuk strategi melatih atletnya dengan berbasis aplikasi android.

“Ada aplikasi berbasis android seperti GPS yang perlu dikembangkan di Banten, bagaimana di aplikasi tersebut bisa mengatahu sejauh mana mengukur pernapasan atlet, serta mengukur kekuatan fisik atlet,” kata dia.

Dikatakannya, dipilihnya aplikasi berbasis android ini dikarenakan para pelatih sudah banyak memiliki telepon genggam model ini, sehingga tidak menyulitkan. “Aplikasi ini bisa mengukur pernapasan, kandungan oksigen, dan sejauh mana atlet mengeluarkan oksigen dan karbondioksida. Dari sisi fisik juga bisa mengukur sendi-sendi kaki, sendi-sendi tangan. Ini bermanfaat bagi atlet, seperti atlet dayung akan lebih cepat mengetahui sejauh mana kekuatan tangan atletnya,” jelasnya.

Ia berharap, meskipun secara manual proses ini sudah dilakukan, tetapi perlu kiranya untuk mengembangkan teknologi ini, terutama untuk para pelatih. “Harapannya semua atlet di Banten baik PJP ataupun non PJP, bisa bersaing di PON 2020. Agar lebih berprestasi merebut medali melalui iptek. Terutama pelatih sebagai leading sektor ini,” tutup Suherna.  

Sementara itu, salah satu narasumber dari Sport Sain UPI Bandung Agus Rusdiana menjelaskan, iptek merupakan pondasi terakhir dari pada infrastruktur dari sebuah metode latihan. Selain sumber daya manusia (SDM), teknologi juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dari sisi positifnya untuk mendukung prestasi atlet olahraga di Banten. “Ini terobosan yang luar biasa yang ingin diusahakan KONI Banten untuk memajukan olahraga,” kata dia. (basyar)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook