Narman Tergiur Janji Politik Fahmi Hakim

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 24 Mei 2019 - 11:22:44 WIB   |  dibaca: 129 kali
Narman Tergiur Janji Politik Fahmi Hakim

BERSAKSI: Terdakwa Narman Hidayat (45) terdakwa kasus pidana pemilu mencoblos 199 surat suara di TPS 8 Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang memberikan kesaksian, kemarin.

SERANG- Narman Hidayat (45), terdakwa kasus pidana pemilu yang mencoblos 199 surat suara di tempat pemungutan suara (TPS) 8, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang mengaku perbuatannya itu karena janji politik calon anggota legislatif (caleg) DPR RI, DPRD Banten, maupun DPRD Kabupaten Serang. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (23/5).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dan dilanjutkan mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Narman Hidayat mengaku telah membuka 4 segel kotak suara dan mencoblos 199 surat suara untuk capres, DPR RI, DPRD Banten dan DPRD Kabupaten Serang.

"Nyoblos 50 lembar surat suara capres dan cawapres nomor urut 02, 49 lembar surat suara calon DPR RI untuk Tb Haerul Jaman, 36 lembar surat suara calon DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim dari Partai Golkar, dan 14 lembar surat suara calon DPRD Banten Ahmad Hidir dari Partai Hanura," katanya kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Ramdes disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Edwar.

Selain itu, Narman mengungkapkan dirinya juga melakukan pencoblosan 30 lembar surat suara untuk calon DPRD Kabupaten Serang atas nama A Parijal Ma’mun dari PDIP, dan 20 lembar surat suara untuk calon DPRD Kabupaten Serang Ahmad Zaeni dari Partai Golkar."Saya melakukan pencoblosan pada 17 April dilakukan jam 03.30 di rumah KPPS. Saya masuk lewat depan rumah, terus saya buka segelnya dengan paku," ungkapnya.

Narman menjelaskan, dirinya sengaja mencoblos surat suara khususnya untuk suara caleg. Sebab dirinya tergiur dengan janji politik dari caleg seperti calon DPRD Banten Fahmi Hakim, dan caleg DPRD Kabupaten Serang Ahmad Zaeni dari Partai Golkar."Fahmi Hakim waktu kampanye berjanji membangun jalan di desa saya. Jadi saya pikir dia itu penyalur aspirasi kami, makanya saya berkomitmen membantunya. Bahkan sebelum pemilihan jalan di desa saya sudah dibangun. Begitu pula Pak Zaeini, dan saya anggap ini aspirasi kami tersampaikan," jelasnya.

Sementara itu, dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Edwar, pada Rabu tanggal 17 April 2019 sekitar pukul 03.00, terdakwa Narman bersama Ansori dan Suheri memindahkan kotak suara dari kediaman Deden ke kediaman Hudromi selaku Ketua KPPS TPS 8."Saat rumah Hudromi sepi, terdakwa langsung membuka segel kotak suara dengan menggunakan paku yang ditemukan di samping rumah hudromi," kata Edwar saat membacakan dakwaan di hadapan ketua majelis hakim Ramdes.

Edwar mengungkapkan, setelah kotak suara terbuka, surat suara untuk capres dan cawapres serta anggota legislatif dicoblos oleh Narman dengan total 199 surat suara. Terdiri dari 50 lembar surat suara untuk capres dan cawapres, 49 lembar surat suara calon DPR RI, 50 lembar surat suara calon DPRD Banten, 50 lembar surat suara calon DPRD Kabupaten Serang."Lalu terdakwa memasukan kembali surat suara trsebut berdasarkan kotak suara masing-masing. Kemudian terdakwa segel kembali," ujarnya.

Menurut Edwar, kasus tersebut terungkap saat proses pemungutan suara berlangsung, surat suara kehabisan sehingga pilih tidak dapat memberikan hak pilihnya. Saat dicek, terdapat surat suara yang sudah tercoblos berjumlah 199 lembar."Terdakwa Narman telah melanggar pasal 532 undang-undang RI nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan pasal 510 undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook