Jamah Wanita Salat Beratap Terpal, Beralas Triplek

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Sabtu, 25 Mei 2019 - 11:05:51 WIB   |  dibaca: 326 kali
Jamah Wanita Salat Beratap Terpal, Beralas Triplek

MEMPRIHATINKAN : Pengunjung wanita melaksanakan salat zuhur di Musala Toserba Sabar Subur.

 

Melihat Musala di Pusat Perbelanjaan di Provinsi Banten- Musala Toserba Sabar Subur
Jamaah Wanita Salat Beratapkan Terpal, Beralaskan Triplek

KAB TANGERANG - Toko Serba Ada (Toseraba) Sabar Subur yang beralamat di Jalan Raya Tangerang- Serang Km 15, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa sangat populer bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Setiap hari, Toserba tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung. Apalagi seperti sekarang, Toserba itu ramai didatangi warga untuk berbelanja keperluan lebaran.

Cuaca Panas  melanda wilayah Kabupaten Tangerang saat wartawan sampai di Toserba Sabar Subur, Kamis (23/5), sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, terlihat pengunjung ramai. Ada di antara pengunjung yang sedang memilih pakaian. Ada juga yang membayar belanjanya di kasir. Gedung toserba megah berlantai tiga.

Tampak kontras dengan bangunan musala yang berada di belakang gedung. Musala berukuran 3 x 3 meter itu hanya bisa menampung jamaah pria. Sedangkan untuk jamaah wanita, pengelola toserba memasang atap terbal dan alas triplek untuk salat. Usai salat zuhur, salah seorang pengunjung warga Kecamatan Balarja Desi Arisanda mengaku kerap mengunakan musala untuk salat bila berbelanja di Toserba Sabar Subur. “Dimana lagi tempat salat selain di musala ini bang (menyebut wartawan). Di Toserba Sabar Subur hanya satu musalanya,” kata Desi.

Menurut Desi, ukuran musala yang terlalu kecil mengharuskan jamaah wanita salat di depan musala yang beratapkan terpal dan beralaskan triplek bila ada jamaah pria yang sedang salat. Seharusnya, pihak pengelola Toserba Sabar Subur membangun musala lebih besar untuk fasilitas tempat ibadah umat Islam. Apalagi, Toserba Sabar Subur tidak pernah sepi dari pengunjung. “Ukuran musala terlalu kecil. Akibatnya jamaah wanita harus salat di bawah tenda dan beralaskan triplek,” tuturnya.

Selain ukuran musala, Desi juga menyoroti kebersihan tempat air wudu di musala itu. Lantai tempat air wudu yang kotor dan alat pencuci lantai dibiarkan tergantung di atas tempat wudu. Mestinya, alat pencuci lantai jangan digantung di tempat wudu. “Tempat wudu harusnya bersih tidak kotor seperti itu,” kata Desi sambil menunjuk tempat wudu di samping musala Toserba Sabar Subur.

Desi juga meyarankan agar di ruang musala disediakan perlengkapan salat mulai dari sajadah, sarung, dan kitab Al Quran. Perlengkapan salat yang ada terbatas mengakibatkan jamaah wanita tidak menggunakan sajadah atau hanya beralaskan triplek. “Toserba Sabar Subur ini kan ramai dikunjungi warga. Khususnya warga Kabupaten Tangerang. Harusnya pengelola Toserba memperbanyak perlengkapan salat,” tutupnya.

Senada diungkapkan Herman. Menurut Pengunjung asal Kecamatan Pasar Kemis ini, tempat wudu di musala Toserba Sabar Subur tidak dipisahkan antara jamaah pria dan wanita. Akibatnya, tidak jarang jamaah pria dan wanita tidak sengaja bersentuhan setelah mengambil wudu. “Harusnya, dipisahkan antara tempat wudu pria dan wanita agar tidak bersentuhan,” katanya.

Herman berharap, pengelola Toserba Sabar Subur untuk melengkapi fasilitas ibadah agar pengunjung yang akan menunaikan salat merasa nyaman. “Jika pengunjung merasa nyaman, pasti datang kembali ke Toserba Sabar Subur untuk belanja,” tutupnya.

Menanggapi aspirasi pengunjung ini, Staf Humas Toserba Sabar Subur Iwan Setiawan mengaku, akan menyampaikannya ke Manager Toserba Sabar Subur. “Kebetulan Pak Manager hari ini tidak ada mas (menyebut wartawan). Nanti saya akan sampaikan aspirasi pengunjung terkait keterbatasan fasilitas musala itu,” singkatnya.(IMRON ROSADI)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook