Harga Gabah Anjlok

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 27 Mei 2019 - 12:50:09 WIB   |  dibaca: 211 kali
 Harga Gabah Anjlok

LESU: Petani di Kecamatan Sobang istirahat usai mengangkut hasil panen ke tepian jalan, Sabtu (25/5) lalu. Jelang Lebaran harga gabah turun.

PANDEGLANG - Harga gabah kering di beberapa kecamatan di Pandeglang seperti di Sobang, Panimbang, Cigeulis, Sindangresmi, dan Patia anjlok sepekan terakhir ini. Awalnya petani biasa menjual Rp 4.000 hingga Rp 4.700 per kilogram namun sekarang hanya dihargai Rp 3.500 sampai Rp 3.800. Penurunan harga gabah ini dikeluhkan petani terutama saat menghadapi Lebaran.

Seperti dikatakan salah seorang petani Kecamatan Sindangresmi, Mubtadin. Harga gabah kering di daerahnya  menurun drastis sampai di angka Rp 3.000 per kilogram nya. Akibat penurunan harga ini, kata Muhtadin, hanya beberapa tengkulak gabah saja yang berani membawa gabah kering dari petani.

"Gabah kering gak laku pak, harganya Rp 3.000 per kilogram, digiling gak ada yang beli dijual gabah tidak ada yang minat. Apalagi ini mau Lebaran para petani pusing karena banyak kebutuhan, sementara gabah murah," katanya, Sabtu (25/5) lalu.

Senada dengan Mubtadin, salah seorang petani di Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Zaenal Abidin mengaku kesulitan menjual gabah. Padahal, harga gabah kering dari petani sudah sangat murah. "Iya harga gabah anjlok. Itupun petani kesulitan menjual.

Ada yang beli tapi uang tidak cash harus menunggu paling singkat satu minggu baru bayar, alasannya tengkulak tidak memiliki uang. Tengkulak akan membayar setelah padi itu terjual dalam bentuk beras," kata Zaenal.

Menurutnya, para petani di Pandeglang mengalami kerugian yang cukup besar atas anjloknya harga gabah pasca panen raya pada Maret 2019 lalu. Hal ini membuat para petani kebingungan untuk meminimalisasi kerugian tersebut serta menutupi kebutuhan lebaran."Waktu harga gabah Rp 4.000 saja sebenarnya sudah rugi, karena tidak seimbang dengan ongkos produksi yang tiap tahun mengalami kenaikan. Nah sekarang malah lebih parah penurunannya," ujarnya.

Atas kondisi ini, Zaenal meminta agar pemerintah daerah turun tangan untuk mencarikan solusi bagi para petani agar tidak terus menerus mengalami kerugian. "Jangan pas lagi panen raya bagus aja petani dibangga- banggain, giliran kena wereng atau sekarang harga gabah anjlok pemerintah berpangku tangan dan tidak memberikan solusi," jelasnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pandeglang, Anton Khaerul Syamsi mendesak BUMD Pandeglang dan Perum Bulog untuk dapat mengoptimalkan penyerapan gabah dari para petani di Kabupaten Pandeglang agar tidak mengalami kerugian terus menerus setiap tahunnya.

"Nasib petani selalu yang dirugikan pada saat panen dan harga gabah turun. Di sini peran Bulog harus lebih dioptimalkan dan harus bisa jemput bola serta pemda melalui BUMD nya tidak boleh berpangku tangan diam saja," tegasnya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook