Pasca Pemilu, Media Diminta Tetap Netral

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 28 Mei 2019 - 15:26:13 WIB   |  dibaca: 617 kali
Pasca Pemilu, Media Diminta Tetap Netral

DISKUSI: Para pembicara memaparkan seputar netralitas media massa pasca Pemilu Serentak 2019, kemarin.

SERANG - Pasca pemilu serentak media memiliki peranan yang sangat penting. Salah satunya adalah menjaga netralitas dan memerangi hoax. Hal tersebut disampaikan Ail Muldi akadmeisi FISIP Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, saat menjadi salah satu pembicara dalam dialog publik yang digelar di aula Fakultas FKIP, Ciwaru.

"Media massa di era orde baru dengan era reformasi itu berbeda. Pada orde baru media berfungsi sebagai corong pemerintah, sedangkan pada reformasi media lebih bebas dan kritis sebagai ke social control," kata Ail kepada eserta dialog, kemarin.

Ia menilai, saat ini media massa terbagi tiga, pertama media massa partisan, kedua media massa independen dan ketiga media massa model berpihak.Di lokasi yang sama, Abdul Muiz Sutaji, News Producer TvOne mengatakan, pemilu kali ini berdampak pada terbelahnya lapisan di masyarakat, seperti dosen dengan dosen dan lainnya.

Bentuk netralitas pemberitaan media, khususnya di televisi dapat dilihat dari durasi waktu yang diberikan untuk pemberitaan Jokowi maupun Prabowo. "Untuk Pak Jokowi berapa menit, dan untuk Pak Prabowo berapa menit, durasi menitnya harus sama," ujarnya.

Senada disampaikan, Rapih Herdiansyah, Pemred Newsmedia.co.id, media dapat merubah keputusan seseorang, oleh karenanya media memiliki peranan yang penting. Karena, media memiliki kekuatan untuk menyuntik informasi, layaknya dokter dalam memberikan suntikan."Jadi media memiliki peranan yang sangat penting, untuk menjaga kondusifitas dan demokrasi di Indonesia," kata Rapih yang juga menjabat sebagai Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten.

Sementara itu, Marcell Faldi, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui mengenai kondisi media pasca pemilu. "Jadi kita ingin tahu proses, dinamika, dan produksi media,"  kata alumni jurusan Ilmu Komunikasi angkatan tahun 2016 Untirta ini."Semoga peserta menjadi lebih kritis untuk merespons pemberitaan media massa, maupun media online dan menarik minat kejurnalistikan juga," sambungnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook