Mukena Berantakan, Tempat Wudu Cuma 4 Keran

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 Mei 2019 - 15:54:55 WIB   |  dibaca: 468 kali
Mukena Berantakan, Tempat Wudu Cuma 4 Keran

TAKUT SENGGOLAN : Kondisi tempat wudu musala Edi Toserba yang sempit dan hanya memiliki empat keran, Minggu (26/5).

CILEGON - Edi Toserba adalah salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cilegon yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Salah satunya karena harganya yang lebih miring dibandingkan dengan pusat perbelanjaan lain yang ada.

Sayangnya, berjubelnya pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan yang ada di  Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta ini tak dibarengi dengan kelengkapan fasilitas bagi pengunjung, salah satunya musala. Pantauan Banten Raya, musala yang ada masih alakadarnya.

Terletak di posisi paling pojok sebelah kanan barat tempat parkir kendaraan roda dua, musala Edi Toserba terbilang sangat minimalis. Musala tersebut memiliki bentuk gedung yang terbuka tanpa tembok dengan ukuran hanya kira-kira 4 x 4 meter persegi. Jika hujan deras turun, secara otomatis jamaah akan terkena tampias air hujan.

Tak hanya itu, tempat berwudu hanya memiliki 4 keran dan tidak dipisah untuk jamaah laki-laki dan perempuan. Tempatnya berukuran kecil dengan panjang hanya 3 meter dan lebar 1 meter, sehingga berpotensi membuat jamaah lelaki dan perempuan bersenggolan. “Ukurannya memang kecil dan hanya cukup kurang dari 20 jamaah saja. Untuk tempat wudu hanya ada 4 keran dan campur untuk perempuan,” kata salah satu karyawan perempuan Edi Toserba yang enggan  disebutkan namanya usai menunaikan salat Asar, Minggu (26/5).

Muhammad Sarbini (57), salah satu pengunjung Edi Toserba mengaku kesulitan saat masuk ke dalam barisan salat. Dengan bangunan yang sempit dan banyak jamaah perempuan yang mengantre, membuatnya sulit untuk masuk ke shaf salat. Hanya ada 1 shaf bagi perempuan dan jumlahnya hanya 6 orang.

“Tadi (Minggu, 26/5) salat agak susah masuk. Pelataran sempit dan banyak jamaah perempuan yang mengantre. Namanya perempuan juga sibuk melepas hijab dan juga aksesoris lainnya, sehingga perlu permisi dahulu,” katanya.

Disisi lain, kata Sarbini, kondisi yang terlalu dipojok dan dekat tempat parkir motor membuat pengunjung kesulitan mencari lokasi musala. Selain itu, tidak ada petunjuk arah yang disiapkan pengelola.“Kalau toilet ada. Namun untuk musala sepertinya tidak kelihatan petunjuk arahnya,” pungkasnya.

Wahyudi (37), jamaah lainnya menyatakan hal yang sama. Ia ekstra hati-hati setelah berwudu agar tidak bersenggolan dengan perempuan. Dalam pemahamannya, senggolan dengan perempuan akan menyebabkan batal wudu.“Tempat wudu sempit dan harus melalui jemaah perempuan yang sedang berwudu tadi. Kondisinya sangat risih tadi saat melewati perempuan yang berwudu. Ini karena akses jalannya hanya satu,” katanya.

Disamping itu, kata Wahyudi, saat melihat kondisi musala, khususnya di barusan perempuan, banyak mukena berserakankarena tidak adanya tempat penyimpanan mukena. “Sudah ada diatas karpet, posisinya juga tidak dilipat oleh jamaah sebelumnya, sehingga berserakan saja,” katanya. (uri) 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook