Resi Gudang Rp3,7 M di Cikeusik Mangkrak

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 10 Juni 2019 - 10:57:45 WIB   |  dibaca: 410 kali
Resi Gudang Rp3,7 M di Cikeusik Mangkrak

MUBAZIR : Bangunan resi gudang milik Pemkab Pandeglang di Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik tak berfungsi seperti terlihat pada Sabtu (6/6).

PANDEGLANG – Bangunan resi gudang milik Pemkab Pandeglang di Kampung/Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik dibiarkan mangkrak dan tak terawat. Akibatnya, ratusan petani di wilayah ini tidak bisa menikmati manfaat dari keberadaan resi gudang yang dibangun.

Berdasarkan pantauan Banten Raya, Sabtu (8/6), bangunan resi gudang ini luasnya 40.000 meter persegi. Bangunannya mirip hanggar atau garasi pesawat terbang. Konstruksinya menggunakan besi dan atapnya menggunakan seng sementara dindingnya menggunakan kawat.

Di sekeliling bangunan tersedia lantai jemur dari semen untuk mengeringkan padi sebelum disimpan di gudang. Sayangnya, bangunan sudah tampak kumuh. Semak belukar dan rumput memenuhi areal bangunan, tanda bahwa tempat ini tidak pernah digunakan.

Abdul Rozak, salah seorang petani di Desa Sumur Batu mengatakan, resi gudang tersebut dibangun pada tahun 2016 dan selesai tahun 2017. Namun hingga saat ini bangunan tersebut belum pernah difungsikan untuk menyimpan padi para petani.

“Para petani sebenarnya senang ada resi gudang untuk menyimpan sementara hasil panen sambil menunggu harga naik dan stabil. Kenyataannya bangunan tidak bisa digunakan. Saat harga gabah turun seperti saat ini petani terpaksa tetap menjual padi karena tidak ada penampungan sementara,” kata Rozak.

Ditambahkannya, pembangunan resi gudang tidak diketahui oleh warga setempat. Menurutnya, warga menyangka bangunan itu gudang biasa. “Seharusnya pemerintah daerah sebelum menggunakan lahan tersebut, musyawarah dulu dengan penggarap atau petani. Tapi ini tidak ada komunikasi atau sosialisasi, akhirnya petani tidak tahu kegunaan bangunan itu,” kata Rozak.

Tokoh pemuda Kecamatan Cikeusik Muhadi membenarkan keberadaan resi gudang tak bisa dimanfaatkan petani. Padahal, kata Muhadi, fungsi resi gudang sangat bagus untuk penyimpanan sementara padi petani dikala harganya anjlok. Tetapi karena tidak digunakan dan petani tak tahu manfaatnya disaat harga gabah anjlok seperti sekarang ini, petani tetap menjual hasil panen dengan harga rendah.

“Pemerintah daerah jangan asal bangunan Resi Gudang tanpa sosialiasi kepada petani. Akibatnya seperti yang kita lihat, resi gudang tidak digunakan karena petani tidak tahu kegunaannya,” kata mantan anggota DPRD Pandeglang ini.

Diterangkannya, resi gudang tersebut dibangun menggunakan dana pusat melalui kegiatan optimalisasi DAK bidang perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pandeglang.

“Kalau tidak salah anggaran pembangunannya mencapai Rp3,7 miliar. Sayang dana besar itu tidak bisa memberikan manfaat pada petani,” jelasnya.
Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pandeglang terkait mangkraknya resi gudang ini. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook