Pendatang Dipersilakan Masuk Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 10 Juni 2019 - 11:43:53 WIB   |  dibaca: 201 kali
Pendatang Dipersilakan Masuk Banten

SERANG - Pemprov Banten tak akan melarang warga pendatang untuk masuk ke Banten pasca lebaran 1440 hijriyah. Meski demikian, mereka diwajibkan melengkapi diri dengan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) saat tiba di provinsi paling barat di Pulah Jawa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma'ani Nina mengatakan, pihaknya tak ambil pusing terkait fenomena banyaknya pendatang menyerbu kawasan industri termasuk Banten.

Mereka dipersilakan untuk memasuki Banten."Kalau perpindahan itu haknya warga negara. Kalau lonjakan karena masalah mudik, itu bagian dari tradisi tapi kalau masalah perpindahan pendudukan ada aturannya tersendiri," ujarnya, kemarin.

Ia menuturkan, pemprov hanya memberi penekanan kepada pendatang yang ingin menetap di Banten. Mereka mutlak harus melengkapi diri dengan dokumen adminduk seperti surat keterangan pindah domisili."Yang kita batasi adalah administrasi kependudukannya. Jadi kalau pindah ya harus dibarengi surat pindahnya. Kalau dia pindah tanpa dibarengi berarti administrasinya kurang baik, penekanannya itu saja," katanya.

Selain karena memang aturan baku, kata dia, dokumen adminduk juga adalah program dari Pemprov Banten. Saat ini pemprov sedang giat-giatnya membenahi dokumen tersebut agar tertib. Baik itu untuk adminduk anak-anak maupun orang dewasa. "Biasanya di DKI (Jakarta ada operasi) yustisi, imbasnya ke kita.

Kalau kita tetap mengedepankannya aturan. Kalau itu terjadi (dokumen adminduk diurus) ya aman. Siapapun merasa nyaman pindah kalau memang itu dilaksanakan. Wilayah Banten itu wajib tertib adminduk," ungkapnya.

Nina juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menyikapi fenomena serbuan pendatang pasca lebaran. Menurutnya, hal itu terjadi erat kaitannya dengan lapangan kerja atau mengadu nasib untuk memeroleh pekerjaan."Kita harus memilah, identifikasi, kenapa bisa banyak pindah. Terkait pasca lebaran itu biasanya migrasi terkait lapangan usaha. Kita tetap berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang berkaitan dengan ini. Jangan ke kota semua di desa juga harus disiapkan," tuturnya.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang Hudori KA mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan operasi yustisi paska lebaran. Ditegaskannya, selama para pendatang melengkapi diri dengan dokumen adminduk maka tidak menjadi permasalahan. “Kalaupun ada sifatnya hanya monev (monitoring dan evaluasi-red) untuk memastikan kepemilikan dokumen adminduk dan tidak terkait Idul Fitri,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook