Dua Wisatawan Tewas Tenggelam

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 10 Juni 2019 - 11:46:08 WIB   |  dibaca: 186 kali
Dua Wisatawan Tewas Tenggelam

TETAP RAMAI : Wisatawan memadati kawasan Pantai Tambang Ayam, Kampung Cibaru, Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (8/6). Pantai Anyer masih menjadi pilihan warga untuk mengisi libur lebaran.

SERANG - Dua wisatawan yaitu Citra (9) warga Kampung Cikeutar, Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang dan Den Sun Lie (73) warga Kampung Ranca Kebo, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang tewas tenggelam saat berwisata di sekitar Anyer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, Citra meninggal saat berenang di kolam renang Hotel Pesona Krakatau, Anyer pada Sabtu (8/6) siang sekitar pukul 14.10 WIB. Sedangkan Den Sun Lie tewas tenggelam setelah digulung ombak saat mandi di Pantai Bandulu, tak jauh dari Hotel Marbella, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang pada Minggu (9/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan pada Badan Search and Resque Nasional (Basarnas) pos Banten, Hairoe Amir Abyan mengatakan berdasarkan catatan yang dimilikinya ada dua wisatawan yang meninggal selama liburan Lebaran kali ini.

"Untuk laka laut tidak ada. Yang meninggal dua orang, yang pertama di kolam renang dan yang kedua di klinik setelah tenggelam, tapi tidak dikategorikan laka laut," katanya kepada Banten Raya melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (9/6).

Meski tidak ada laka laut, Hairoe mengungkapkan, wisatawan tetap harus berhati-hati saat bermain di laut. "Anyer hingga Merak cuacanya memang kurang bagus untuk wisatawan, karena ombaknya cukup besar," ujarnya.

Hairoe menambahkan wisatawan yang berwisata ke pantai selatan juga harus berhati-hati. Sebab puluhan pengunjung Pantai Bagedur di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten harus dilarikan ke puskesmas setempat setelah terkena sengatan ubur-ubur. "Semua kondusif, hanya ada laporan serangan ubur-ubur jumlahnya lebih dari 20 orang. Alhamdulillah semuanya selamat tidak ada yang terluka parah," tambahnya.

Untuk itu, Hairoe menghimbau wisatawan yang menghabiskan libur lebaran di pantai diminta waspada terhadap keberadaan serangan ubur-ubur. Biasanya pengunjung tidak merasakan disengat, hingga akhirnya sadar setelah badan terasa kaku atau paling parah mengalami sesak nafas. "Jika memang ada ubur-ubur sebaiknya menghindar dahulu dengan tidak berenang di laut,"himbaunya.

Sementara itu, kunjungan wisatawan ke pantai wisata di kawasan Anyer-Carita dilaporkan tak seramai tahun lalu. Trauma tsunami masih membayangi masyarakat. Ini dibuktikan dengan menyusutnya jumlah kunjungan dan tingkat okupansi hotel yang rendah.

Seperti dikatakan Teja Hariana, pelaku wisata yang juga Penasehat Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), pasca dihempas gelombang tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu, wisatawan rata-rata menjauh dari lokasi wisata Carita. Hingga libur lebaran 1440 H kata Teja, kepercayaan wisatawan akan keamanan pantai masih belum kembali. "Seharusnya masa libur lebaran ini wisatawan ramai. Tapi ternyata tidak sesuai harapan. Lihat saja pantai dan hotel tidak seramai tahun sebelumnya," kata Teja, kemarin.

Dikatakan pemilik Baka-baka Resto Carita ini, sepengamatannya, aktivitas wisatawan hanya 20 persen dari tingkat kunjungan wisata di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari arus lalu lintas yang cenderung lengang dan sepinya sejumlah kawasan pantai. Padahal status Selat Sunda dinyatakan aman dan sudah dinyatakan sejak tiga bulan lalu.

“Kalau dibandingin tahun lalu, susutnya mencapai 80 persen. Karena di puncak musim liburan saja tingkat kunjungannya tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Indikatornya biasanya jalan macet, hunian selalu full. Tapi sekarang cenderung sepi, jalan tidak padat, hunian juga banyak yang kosong. Kami justru mempertanyakan upaya pemerintah mempromosikan wisata Carita pasca tsunami yang belum optimal,” ujarnya.

Teja menjelaskan, libur lebaran tahun ini mestinya menjadi tolok ukur untuk melihat kembali kejayaan wisata Carita saat sebelum diterjang tsunami. Akan tetapi jika pada puncaknya saja masih sepi. Teja pesimis industri pariwisata Carita segera pulih. “Sebetulnya masa liburan ini jadi titik awal dan ukuran. Jika melihat dari sekarang itu sulit berharap setahun bisa memulihkan sektor wisata di Pandeglang. Walau musim liburan ini ramai, tapi tidak menjamin,” ucapnya.

Dia menjabarkan, upaya promosi saja tidak cukup untuk memulihkan sektor pariwisata di Pantai Carita. Karena seharusnya, pemerintah turut menggandeng pelaku wisata dan pelaku usaha untuk berdiskusi mencari jalan keluar. Sementara selama ini, pemerintah terkesan berjalan sendiri sehingga tidak mengakomodir apa yang dibutuhkan masyarakat di Carita.

“Tidak cukup hanya mempromosikan, tetapi harus ada konektivitas antara pemerintah dan pelaku usaha. Dilakukan dialog intens untuk mencari jalan keluar supaya Carita kembali dikenal sebagai Selat Sunda yang aman,"  imbuhnya.

Ketua PHRI Pandeglang Widiasmanto tak membantah jika gairah pariwisata Pandeglang belum pulih dengan baik. Pun demikian, Widi menyatakan sudah banyak wisatawan yang mengisi libur lebaran ke wilayah pantai. "Kunjungan wisata memang belum sebaik tahun sebelumnya. Perlu terus dilakukan promosi dan mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk datang dan berlama-lama di Pandeglang," jelasnya.

Sementara itu, di Anyer-Cinangka, kepadatan wisatawan masih tampak meski dikatakan tidak seramai tahun lalu. Tercatat, selama dua hari yakni, Sabtu dan Minggu (8-9/6) pengunjung pantai terbuka di wilayah Anyer-Cinangka mencapai 157.540 orang.

Pantauan Banten Raya di kawasan pariwisata Anyer-Cinangka, sejumlah pantai terbuka seperti Pantai Sambolo 1 dan Pantai Sambolo 2, Pantai Pasir Putih, Pantai Hotel Marbella, dan Pantai Florida dipadati para pengunjung. Pada hari terakhir libur yaitu, Munggu (9/6) arus lalu lintas menuju Anyer-Cinangka dan sebaliknya terpantau lancar.

Namun sehari sebelumnya, pada sekitar pukul 08.00 WIB arus lalu lintas dari arah Cilegon menuju Anyer-Cinangka sempat mengalami kemacetan hingga 6 kilometer mulai dari simpang Jalan Lingkar Selatan (JLS). Kemacetan juga diperparah dengan banyaknya kendaraan yang di parkir di sisi jalan di bekas pasar lama Anyer.Untuk okupansi hotel diperkirakan mencapai sekitar 60 sampai 70 persen, menurun dibanding tahun lalu yang mayoritas hotel penuh pengunjung.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Nasir Al-Afgani mengatakan, pengunjung kawasan pariwisata Anyer-Cinangka mulai rampai dikunjungi waluaupun jumlahnya belum signifikan.  “Alhamdulillah untuk pengunjung pantai terbuka dan hotel dari kemarin (Sabtu-red) sudah mulai ramai,” kata Nasir, saat ditemui di Pantai Florida, Cinangka, Minggu (9/6).

Untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Anyer-Cinangka pihaknya menggelar kegiatan Pesona Lebaran yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). “Untuk pengunjung pantai terbuka yang terlaporkan pada hari Sabtu sebanyak 75.015 orang dan hari ini (kemarin) 82.525 orang. Kalau untuk pengunjung hotel beda lagi,” ujarnya.

Nasir mengungkapkan, wisatawan yang datang ke Anyer-Cinangka masih didomininasi dari kabupaten/kota di Banten, namun banyak juga wisawatan yang yang datang dari luar Banten seperti dari Jakarta, Bogor, dan Bandung, Jawa Barat. “Untuk wisman selama Sabtu-Minggu ada 35 orang. Kalau dibandingkan tahun lalu sekarang mencapai 60 sampai 70 persennya,” paparnya.

Ketua Badan pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Agus Jenal mengatakan, dibandingkan tahun lalu, pengunjung hotel masih jauh namun pihaknya bersyukur karena para wisatawan mau berkunjung lagi ke Anyer-Cinangka. “Untuk okupansi kalau dirata-ratakan 50 persen tapi ada juga yang di atas itu seperti Regal ini mencapai antara 70 sampai 80 persen kamar yang tersew2akan. Mungkin hotel besar seperti Marbella juga di atas 50 persen,” katanya.

Sementara itu, Irwan Saputra, wisatawan asal Jakarta yang ditemui Pantai Sambolo 1 mengatakan, sebelum datang ke Anyer pihaknya terlebih dahulu mencari informasi kondisi Anyer-Cinangka terutama informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). “Kalau khawatir pasti ada karena belum lama ini kan ada musibah tsunami, tapi begitu ada informasi Anyer aman, Bismillah aja berangkat ke sini,” katanya. (darjat/muhaemin/tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook