Baru 35 Persen Pemudik Kembali

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 10 Juni 2019 - 11:48:57 WIB   |  dibaca: 171 kali
Baru 35 Persen Pemudik Kembali

Menyemut : Ribuan pemudik terjebak kemacetan saat keluar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (9/6). Kepadatan arus kendaraan terjadi akibat kapal roro yang tiba berbarengan di setiap dermaga serta tingginya volume pemudik.

CILEGON - Jumlah pemudik yang kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera baru 35 persen. Data yang dihimpun Banten Raya dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, selama arus mudik dari H-7 Lebaran sampai hari Lebaran, terdapat sebanyak 193.701 kendaraan dan 902.678 penumpang yang menyeberang ke Sumatera.

Rinciannya 83.285 kendaraan roda dua, 100.470 kendaraan roda empat, 4.312 bus, 5.634 truk, dan 127.992 pejalan kaki. Sementara sampai tadi malam, baru 310.751 penumpang dan 55.601 kendaraan yang kembali, dengan rincian 26.025 kendaraan roda dua, 38.110 kendaraan roda empat, 871 bus, 595 truk, dan 47.519 pejalan kaki.

“Puncaknya kami prediksi malam ini (tadi malam -red) karena besok (hari ini-red) sebagian besar pekerja sudah kembali beraktivitas,” kata General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin ditemui di Pelabuhan Merak, Minggu (6/9).

Solikin menjelaskan, dibandingkan Lebaran 2018, ada peningkatan aktivitas penyeberangan melalui Pelabuhan Merak sekitar lima persen. “Kami prediksi sampai dua atau tiga hari ke depan masih akan terjadi arus balik,” katanya.

Saat beban puncak, kata Solikin, pihaknya mengoperasikan 34 kapal dengan tujuh dermaga. Dimana, ada satu dermaga eksekutif yaitu di dermaga VI, tiga dermaga hanya melayani bongkar saja untuk mempercepat proses bongkar yaitu di Dermaga IV, V, dan VII. Sementara, tiga dermaga yang beroperasi seperti biasa yaitu dermaga I, II, dan III. “Setelah malam ini (tadi malam -red) masih ramai namun cenderung berkurang kepadatannya,” ujarnya.

Adanya antrean kendaraan yang keluar area Pelabuhan Merak, kata Solikin, masih wajar. Antrean terjadi di sekitar jembatan layang Merak. Namun, setelah persimpangan yang memisahkan Jalan Cikuasa Atas dan Jalan Cikuasa Bawah, antrean cenderung berkurang karena terpecah dua jalur. “Kalau kami masih akan terus melakukan pelayanan ekstra hingga beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Pemudik asal Padang, Willi mengatakan, selama arus balik, ia menemui kemacetan sesaat sebelum Pelabuhan Bakauheni. “Antre mau masuk kapal di Bakauheni sekitar jam 11.00 WIB dan baru naik kapal pukul 15.00 WIB, cukup menguras tenaga,” kata Willi yang akan ke Serang ini.

Sementara itu, pemudik asal Bekasi Dedi Saputra, memilih hari terakhir libur untuk kembali ke perantauan di Bekasi. “Liburannya saya maksimalkan di kampung, jadi ke Bekasinya hari ini (kemarin -red). Antrean cukup panjang sebelum masuk kapal, tapi setelah itu turun kapal lancar,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Saeful mengatakan, sempat ada insiden Kapal Mutiara Persada II yang kandas pada 7 Juni 2019 lalu. Di dalam kapal ada sekitar 500 penumpang dan semuanya selamat. “Saat ini penyelidikan ditangani KSOP Bakauheni terkait penyebab kandasnya kapal. Penumpang dievakuasi melalui kapal Basarnas,” ujarnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook